HNW Sebut UUD NRI Beri Ruang Ormas Keagamaan Ikut Aktif Majukan Bangsa

ADVERTISEMENT

HNW Sebut UUD NRI Beri Ruang Ormas Keagamaan Ikut Aktif Majukan Bangsa

Dea Duta Aulia - detikNews
Jumat, 16 Sep 2022 14:41 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyampaikan orasi kebangsaan di hadapan peserta Muktamar XX Al Ittihadiyah di Jakarta, Kamis (15/9). Dalam orasinya ia menyebutkan Al Ittihadiyah sebagai ormas yang lebih tua dari Republik Indonesia harusnya bisa memposisikan di garda depan perjuangan keumatan dan kebangsaan.

"Konstitusi (UUD NRI Tahun 1945) dan Undang-Undang, memberi ruang untuk semua pihak, termasuk ormas Al Ittihadiyah bersama seluruh ormas keagamaan lainnya untuk kuatkan ukhuwah, aktif, terlibat memperjuangkan kebersamaan dan bersama-sama berjuang, serta bersama-sama memberi kontribusi, mengoreksi segala yang munkar (negatif destruktif) dengan cara yang tidak munkar, dan memperjuangkan semua yang ma'ruf (positif konstruktif) dengan cara yang ma'ruf. Suatu hal yang sangat dihajatkan oleh Indonesia sekarang dan masa yang akan datang," kata Hidayat Nur Wahid dalam keterangannya, Jumat (16/9/2022).

Ia menuturkan (HNW) mengungkapkan di Indonesia konstitusi (UUD NRI Tahun 1945) memberikan jaminan untuk kebebasan berserikat dan berkumpul.

"Sehingga ormas Islam adalah bagian dari institusi yang konstitusional. Jadi jangan takut untuk aktif di ormas, dan memberi kontribusi untuk kemenangan dan kemajuan Umat dan Bangsa, karena keberadaan ormas termasuk ormas dengan asas Islam adalah keberadaan konstitusional, dan karenanya jangan dicurigai atau difitnah," ujarnya.

Ia menambahkan, Al Ittihadiyah merupakan nama yang sangat menjanjikan karena bisa menghadirkan 'ittihad' persatuan.

"Karena tidak mungkin kita menjadi besar bila mengedepankan furqah atau memecah belah. Umat, bangsa dan negara tidak menjadi besar karena terpecah belah. Bangsa, umat, Ormas menjadi besar ketika ada semangat al ittihad (persatuan) dengan tetap mengedepankan ukhuwah (persaudaraan)," katanya.

Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah diperintahkan dan mempraktekkan Al Ittihad (persatuan) dalam bingkai ukhuwah (persaudaraan). Satu di antara perintah pertama ketika Rasulullah Hijrah ke Madinah adalah agar umat berukhuwah satu dengan yang lainnya. Rasulullah menerima, mengapresiasi dan mentolerir keragaman itu.

"Rasulullah memberi keteladanan tentang bagaimana melaksanakan perintah untuk bersatu padu. Rasulullah sukses. Salah satunya adalah karena beliau tidak menghilangkan keragaman dan kekhasan masing-masing. Al Ittihad tidak berarti menghilangkan atau menegasikan jati diri masing-masing. Rasulullah sangat menghormati keragaman dan potensi masing-masing. Dalam peristiwa awal Hijrah, Rasulullah mengembangkan budaya pluralitas, persaudaraan dan persatuan dalam keadilan," ujarnya.

Terakhir, ia berharap melalui Muktamar XX al Ittihadiyah bisa menghadirkan keputusan dan kebijakan strategis untuk umat dan Indonesia.

"Semoga Muktamar XX al Ittihadiyah bisa hadirkan keputusan dan kebijakan strategis yang membesarkan kiprah dan amal sholih Al Ittihadiyah, untuk kemaslahatan Umat,, Ormas, Bangsa dan Negara," tutupnya.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Syuro Al Ittihadiyah Martin Roestamy, Ketua Dewan Pakar Dede Kardaya, Ketua Umum DPP Al Ittihadiyah Lukman Hakim, Ketua Muslimat Al Ittihadiyah Hartini Salama, Ketua Umum Barisan Muda Al Ittihadiyah Moh Ahab Hasbi Ashidiqi, serta para ketua dan pengurus DPD dan DPW Al Ittihadiyah seluruh Indonesia.

Lihat juga video 'Effendi Simbolon Jelaskan Maksud Sebut TNI 'Seperti Gerombolan dan Ormas'':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT