250 Polisi Kawal Pertemuan Driver Taksi Online-Aplikator di Jaksel Siang Ini

ADVERTISEMENT

250 Polisi Kawal Pertemuan Driver Taksi Online-Aplikator di Jaksel Siang Ini

Mulia Budi - detikNews
Jumat, 16 Sep 2022 08:25 WIB
Massa yang mengatasnamakan Driver Online Indonesia (Drone) menggelar aksi di depan kantor pusat perusahaan pemilik aplikasi transportasi online di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/9/2022). Massa menuntut penyesuaian tarif taksi online imbas kenaikan harga BBM.
Demo driver taksi online di Jaksel (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Massa yang mengatasnamakan Driver Online Indonesia (Drone) akan bertemu dengan pihak aplikator transportasi online tersebut di Jakarta Selatan (Jaksel) pada siang ini. Polisi menyiapkan 250 personel untuk mengawal pertemuan tersebut.

"Kita siapin 250 personel dari Polda, dari Polres dan Brimob," kata Kabag Ops Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ruslan Idris saat dihubungi, Jumat (16/9/2022).

Ruslan belum mengetahui pasti jumlah driver taksi online yang akan mengikuti pertemuan tersebut. Dia berharap akan ada kesepakatan yang terbentuk.

"Kita hanya menyiapkan membantu mediasi mereka aja. Mudah-mudahan ada kata sepakat dari pertemuan," ucapnya.

Lebih lanjut, Ruslan mengatakan pengalihan maupun penutupan arus lalu lintas akan bergantung pada situasi di lapangan. Pertemuan itu akan digelar di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jaksel, sekitar pukul 13.00 WIB siang ini.

"Belum (ada pengalihan atau penutupan arus lalu lintas), nanti kita lihat situasi," ujarnya.

Untuk diketahui, massa dari driver taksi online atau driver online Indonesia (Drone) telah menggelar aksi demonstrasi pada Senin (12/9) lalu di depan kantor pusat perusahaan pemilik aplikasi transportasi online di Kebayoran Baru, Jaksel. Salah satu tuntutannya adalah meminta penyesuaian tarif imbas kenaikan harga BBM.

Berikut ini isi tuntutan Driver Online Indonesia saat demonstrasi Senin (12/9) lalu:

1. Pisahkan BB (Blue Bird) dari aplikasi Gocar karena berimbas pada orderan Gocar yang masuk ke BB dan hapus sistem alokasi order/sistem kasta prioritas dan lainnya kembali ke sistem awal adanya aplikasi online di Indonesia, yaitu ride sharing di mana mitra bebas dalam memilih untuk mengambil ataupun tidak orderan karena kami bukan karyawan yang digaji tetap oleh pihak aplikasi Gojek, Grab.
2. Penyesuaian tarif imbas adanya kenaikan harga BBM harus melibatkan seluruh komponen Driver Online Indonesia Grab-Gojek.
3. Turunkan potongan 20% yang selama ini dibebankan kepada mitra dan hapus biaya-biaya tambahan berimbas pada penurunan jumlah order oleh customer ataupun mitra driver online itu sendiri Grab-Gojek.
4. Revisi perjanjian kemitraan yang adil dan melibatkan seluruh elemen driver online.
5. Stop penerimaan mitra baru Grab-Gojek untuk menjaga kestabilan antara penumpang dan mitra driver online.

Simak juga 'Yang Bahagia dan Khawatir Saat Tarif Ojol Resmi Naik':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT