Ngaku Jadi Korban Mafia Tanah, Hasnaeni 'Wanita Emas' Lapor Polisi

ADVERTISEMENT

Ngaku Jadi Korban Mafia Tanah, Hasnaeni 'Wanita Emas' Lapor Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 15 Sep 2022 19:25 WIB
Bakal calon gubernur DKI Hasnaeni Mischa Moein alias Wanita Emas menyambangi Ihza & Ihza Law Firm di Kota Kasablanka, Jaksel, Kamis (28/4/2016). Hasnaeni menemui Yusril Ihza Mahendra.
Hasnaeni Moein atau Wanita Emas (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Hasnaeni Moein, atau yang dikenal dengan sebutan 'wanita emas', melapor ke Polda Metro Jaya. Hasnaeni mengaku menjadi korban mafia tanah.

Kasus ini berawal saat Hasnaeni meminjam uang kepada sebuah PT pada 2015. Saat itu ia meminjam uang hingga puluhan miliar rupiah.

"Itu awalnya kita tahun 2015 pinjam uang dari PT. Kami pinjam sebesar Rp 15 miliar sama Rp Rp 7 miliar," kata Hasnaeni kepada wartawan, Kamis (15/9/2022).

Hasnaeni mengatakan, dalam proses peminjaman ini, kedua pihak menyepakati sistem Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Hasnaeni saat itu menjaminkan sertifikat rumahnya sebagai agunan kepada PT tersebut.

Namun Hasnaeni mengaku PT tersebut secara sepihak mengubah PPJB itu menjadi AJB (Akta Jual Beli). Hasnaeni mengaku tidak pernah ada perjanjian perihal akta jual beli sertifikat rumahnya seperti yang dilakukan pelaku.

"PT ini saya tidak paham tiba-tiba dibuatkan akta jual beli. Akta jual beli ini kita proses ke Bareskrim sejak tahun 2016 tapi sampai hari ini tuh belum ada penyelesaian. Terus saya merasa saya tidak pernah tanda tangani akta jual beli itu," katanya.

Tiba-tiba, rumah 'wanita emas', yang berlokasi di Lebak Bulus, Jaksel, disita oleh juru sita Pengadilan Negeri Jaksel. Hasnaeni mengaku tidak pernah dipanggil PN untuk menghadiri persidangan.

"Saya ini belum pernah merasa dipanggil oleh PN untuk sidang dengan pihak mereka. Kok tiba-tiba saya dipanggil sidang keputusan untuk eksekusi?" tutur Hasnaeni.

Hasnaeni lalu melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya pada Rabu (14/9) malam. Dia melaporkan pria berinisial AB selaku pimpinan PT tersebut.

"Yang diduga dipalsukan itu AJB saya yang dia lakukan membalikkan nama ke BPN tanpa sepengetahuan saya dan melakukan penurunan hak dari sertifikat menjadi hak guna bangunan," katanya.

"Jadi awalnya kita hanya membuat PJJB gantung namanya sebagai jaminan yang kita berikan kepada mereka. Tapi itu dijadikan jual beli oleh mereka. Sebab, saya tidak pernah merasa menjual rumah saya dan tidak pernah merasa membalikkan nama sertifikat rumah saya atas nama mereka," tambahnya.

Laporan dari Hasnaeni ini telah diterima pihak Polda Metro Jaya dengan nomor registrasi LP/B/4748/X/2022/SPKT POLDA METRO JAYA. Laporan tersebut kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Lihat juga Video: Menteri Hadi: Kalau Masih Ada Mafia Tanah Akan Kita Gebuk

[Gambas:Video 20detik]




(mea/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT