Irjen Napoleon Segera Disidang Etik: Saya Bhayangkara, Tak Akan Lari

ADVERTISEMENT

Irjen Napoleon Segera Disidang Etik: Saya Bhayangkara, Tak Akan Lari

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 15 Sep 2022 15:47 WIB
Irjen Napoleon Bonaparte bersiap menghadapi sidang vonis kasus penganiayaan dan melumuri tinja kepada M Kace. Napoleon tampak menebar senyum jelang sidang.
Irjen Napoleon Bonaparte (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Polri menyebutkan mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte akan segera menjalani sidang komisi kode etik (KKEP) terkait kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra serta TPPU. Lalu bagaimana respons Irjen Napoleon?

"Saya bagaimana? Oh Saya ini Bhayangkara kok," kata Napoleon seusai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (15/9/2022)

Napoleon mengatakan dia sebagai Bhayangkara akan melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Menurut Napoleon, dia telah menunjukkan sikap Bhayangkara itu.

"Saya Bhayangkara, saya kan laksanakan semua, dari awal dari tahun 2020 sudah saya tunjukkan, kita Bhayangkara yang bertanggung jawab secara hukum, bukan lari, berani berbuat berani bertanggung jawab, apalagi melimpahkan kesalahan kepada orang lain," ucap Napoleon.

Diketahui, sidang etik Napoleon ini berkaitan dengan kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra serta TPPU. Pada Jumat (9/9) lalu, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut sidang Napoleon akan digelar dua pekan lagi.

"Informasi dua minggu lagi," kata Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (9/9).

Dedi belum menjelaskan tanggal pasti sidang etik Irjen Napoleon. Dedi mengatakan jadwal pastinya masih menunggu keputusan lebih lanjut.

"Tetapi jadwalnya nanti, nunggu dulu," kata Dedi.

Sebelumnya diketahui, Mahkamah Agung (MA) telah menolak kasasi Napoleon Bonaparte. Alhasil, Napoleon tetap dinyatakan bersalah menerima suap dari Djoko S Tjandra dan harus menjalani hukuman 4 tahun penjara.

"Amar putusan JPU dan Terdakwa tolak," demikian bunyi amar singkat majelis kasasi yang dilansir website MA, Kamis (4/11/2021).

Duduk sebagai ketua majelis Suhadi dengan anggota Ansori dan Eddy Army. Adapun panitera pengganti perkara nomor 4356 K/PID.SUS/2021 adalah Agustina Dyah Prasetyaningsih.

"Tanggal putus 3 November 2021," ujarnya.

Simak video 'Napoleon Divonis 5,5 Bulan di Kasus Penganiayaan M Kace':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT