4 Fakta Tawuran Pelajar di Depok Makan Korban Jiwa

ADVERTISEMENT

4 Fakta Tawuran Pelajar di Depok Makan Korban Jiwa

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Sep 2022 07:48 WIB
perkelahian antar anak SMA
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detik)
Jakarta -

Tawuran remaja di kawasan Grand Depok City (GDC), Sukmajaya, Depok, memakan korban jiwa. Tawuran menewaskan seorang pemuda berinisial AZ (20), yang berstatus pelajar.

Tawuran maut itu terjadi di Jl Boulevard, GDC, Depok, Senin (12/9) pukul 21.00 WIB. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Berikut fakta-fakta tawuran maut di Depok yang dirangkum sebagai berikut:

1) Tawuran Berawal Janjian via Medsos

Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan tawuran maut ini diawali janjian dua kelompok remaja melalui media sosial.

"Di mana antara pelaku dan korban, ini ada dua kelompok yang berawal melakukan janjian melalui media sosial," ujar Imran dalam konferensi pers di Polres Metro Depok, Rabu (14/9/2022).

Edwin mengatakan tawuran dipicu media sosial sudah seolah menjadi tren di kalangan kelompok remaja saat ini.

"(Pemicu tawuran) hanya janjian di media sosial, jadi ini sudah tren. Bahwa kalau mereka sudah janjian di media sosial itu saling ledek-ledekan," tuturnya.

2) Satu Orang Pembacok Ditangkap

Polisi juga menangkap satu pelaku yang berperan membacok korban AZ (20) hingga tewas. Pelaku inisial IB (19) membacok korban dua kali di bagian ketiak sebelah kanan dan dan bahu kanan.

"Terjadi pada jam 21.00 WIB, jadi TKP-nya di sekitar GDC. Kemudian dalam 1x24 jam pelaku berhasil diamankan berinisial IB. Jadi yang satunya sekolah di YYPD dan satunya Budi Utomo Depok," ungkap Imran.

Dikatakan Imran pelaku sudah menjalankan aksi tawuran selama dua kali, yakni di Bojonggede, Bogor, Jawa Barat. Atas perbuatannya, IB dikenai Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

"Ancaman hukuman 7 tahun penjara," tuturnya.

Simak di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Tawuran Terjadi di Manggarai, Warga Pada Bawa Sajam':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT