Orasi di UMJ, HNW Ajak Maba Resapi Jati Diri Muhammadiyah

ADVERTISEMENT

Orasi di UMJ, HNW Ajak Maba Resapi Jati Diri Muhammadiyah

Erika Dyah - detikNews
Rabu, 14 Sep 2022 20:50 WIB
HNW Orasi di UMJ
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) untuk meresapi jati diri Muhammadiyah sebagai gerakan Islam bermisi dakwah amar dan tajdid yang menghadirkan Islam berkemajuan. Hal ini ia sampaikan saat mengisi pidato kebangsaan di universitas tersebut.

Ia mengatakan para mahasiswa ini bukan sekadar generasi milenial, generasi Y, generasi Z, atau generasi alpha. Melainkan generasi muda Muhammadiyah yang memiliki ideologi dasar, sejarah, visi, dan misi, yang menghadirkan keterlibatan, kemanfaatan, dan kemaslahatan. Baik untuk warganya, keumatan, kebangsaan, dan bahkan kemanusiaan global.

"Muhammadiyah mempunyai sejarah dan kiprah heroik sejak republik ini belum lahir. Pimpinan Muhammadiyah terlibat langsung menghadirkan dan menyelamatkan Indonesia Merdeka. Kesadaran akan sejarah dan kiprah Muhammadiyah ini mutlak harus dimiliki mahasiswa baru UMJ," ungkap Hidayat dalam keterangannya, Rabu (14/9/2022).

Menurutnya bila mahasiswa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah tidak mempunyai spirit pemahaman yang baik tentang Muhammadiyah, maka mereka tidak bisa memberikan sesuatu yang baik secara maksimal yang bisa dikaitkan dengan Muhammadiyah. Baik pemahaman soal sejarah, akidah, kiprah kekinian, maupun cita-cita besarnya.

"Mahasiswa Muhammadiyah harus punya pemahaman yang baik dan benar tentang Islam berkemajuan, sehingga bisa menjadi kader penerus yang berkontribusi dan berkolaborasi menjadi bagian yang menghadirkan kemajuan berkelanjutan. Bila mahasiswa Muhammadiyah tidak cerdas, maka tidak bisa dibayangkan bagaimana ia bisa mencerdaskan masyarakat," terangnya.

"Kalau mahasiswa tidak mempunyai visi yang benar tentang berbangsa dan ber-Muhammadiyah, maka dia tidak bisa dibayangkan bisa ikut serta aktif dan produktif memajukan dan mencerdaskan bangsa," kata Hidayat yang tercatat sebagai staf pengajar di pascasarjana UMJ.

Ia menyebutkan Muhammadiyah melalui Muktamar Ke-47 menegaskan jati diri untuk menghadirkan Islam berkemajuan. Untuk itu, penting bagi para mahasiswa baru untuk meresapi jati diri Muhammadiyah ini agar bisa membangun karakter unggul. Sekaligus membekali diri dengan faktor-faktor sukses untuk disumbangsihkan bagi umat, bangsa, dan negara.

Dalam orasi bertema 'Mahasiswa Muhammadiyah Berkemajuan: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa', Hidayat menjelaskan Islam berkemajuan yang diusung dalam Muktamar ke-47 Muhammadiyah meliputi dinamika, kemandirian, kontribusi, kolaborasi, dan kemauan untuk menghadirkan kebaikan, kebenaran, kemaslahatan.

"Dari definisi dasar Islam berkemajuan, maka akan menghadirkan sikap hidup yang membawa kemaslahatan untuk diri sendiri, masyarakat, organisasi/persyarikatan, negara, dan kemanusiaan secara menyeluruh," paparnya.

Ia mencontohkan tokoh dan pimpinan Muhammadiyah yang terlibat secara langsung dalam memerdekakan Indonesia. Mulai dari KH Mas Mansoer, K.H. Abdul Kahar Muzakir, Ki Bagus Hadikusumo, hingga Mr. Kasman Singodimedjo.

"Tokoh-tokoh dan pimpinan Muhammadiyah itu aktif terlibat bersama tokoh-tokoh bangsa dari berbagai latar belakang, memberi masukan, berdebat, dan mengoreksi jika terjadi penyimpangan-penyimpangan," jelas Hidayat.

"Muhammadiyah dan para tokohnya memberikan keteladanan. Mereka tidak diam dan tidak membiarkan kemungkaran, melainkan mengkritisinya, serta menghadirkan kemaslahatan bagi bangsa dan negara," imbuh politisi PKS ini.

Lebih lanjut, HNW mengungkap UMJ telah merupakan institusi yang terbukti bisa membuat mahasiswa berkemajuan. Pasalnya, UMJ bisa membuat mahasiswa melanjutkan tradisi Muhammadiyah yang berkemajuan.

Ia menilai UMJ bisa membuat mahasiswa cerdas sosial, intelektual, dan spiritual. Hal ini dibuktikan dari kiprah di kejuaraan dan lomba tingkat nasional dan internasional.

Hidayat merinci dalam lima tahun yakni 2016-2021, UMJ memenangkan 87 ragam event pertandingan dan kompetisi internasional (sebagai juara I, II, atau III). Di tingkat nasional, UMJ juga memenangkan 89 event pertandingan dan kompetisi (sebagai juara I, II, atau III).

Oleh karena itu, ia menekankan agar mahasiswa baru dapat memaksimalkan potensi diri. Serta tidak menyia-nyiakan kesempatan berada di lingkungan UMJ.

"Kampus ini melahirkan juara di tingkat nasional dan internasional. Jadi, jangan pernah memubazirkan potensi dan kesempatan berada di lingkungan UMJ. Maksimalkan seluruh potensi yang ada, maksimalkan diri Anda, maksimalkan waktu, usia, dan potensi di UMJ. Itulah awal sumbangsih untuk kemajuan, Muhammadiyah, umat, bangsa dan negara," pungkasnya.

Sebagai informasi, orasi kebangsaan dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Kampus UMJ, Tangerang Selatan ini dihadiri sekitar 3.000 mahasiswa baru UMJ dari 10 fakultas. Baik Kampus A UMJ Cirendeu maupun Kampus B UMJ Cempaka Putih.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Rektor UMJ Dr. Ma'mun Murod Al-Barbasy, MSi, Wakil Rektor I Dr. Muhammad Hadi, S.KM, M.Kes, serta Pembina dan pimpinan organisasi otonom UMJ, antara lain Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan, dan Tapak Suci UMJ.

(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT