Bertemu Menag, Walkot Cilegon Jelaskan Duduk Perkara Polemik Gereja

ADVERTISEMENT

Bertemu Menag, Walkot Cilegon Jelaskan Duduk Perkara Polemik Gereja

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 14 Sep 2022 13:55 WIB
Walkot Cilegon Helldy di Kemenag (Anggi-detikcom)
Walkot Cilegon Helldy di Kemenag (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Wali Kota Cilegon Helldy Agustian bertemu dengan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Helldy mengaku telah menjelaskan duduk perkara polemik penolakan pembangunan Gereja HKBP Maranatha di Cilegon.

"Terima kasih, alhamdulillah, tolong bantu kami agar supaya simpang siur tentang permasalahan rencana pembangunan gereja Kota Cilegon ini bisa diredam bersama-sama, karena kami tadi mengklarifikasi secara langsung kepada Menag, dan sama-sama kita lakukan rapat," katanya di Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2022).

Helldy mengatakan permohonan rencana pendirian gereja tersebut belum sampai ke Pemerintah Kota Cilegon. Dia menyebut permohonan itu masih dalam proses kelurahan.

"Ada beberapa item yang pertama bahwa memang ini semua dalam proses, proses masih ditingkat kelurahan, jadi belum pernah sampai di Walkot," katanya.

Helldy mengatakan rencana pembangunan gereja itu belum memenuhi persyaratan. Menurutnya, persyaratan itu tertera dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006.

"Jadi kami isu-isu yang berkembang intinya jalankan sesuai dengan perintah aturan ketentuan sesuai dengan peraturan bersama menteri, dimana ada beberapa item di situ. Jadi sudah diberitakan mungkin teman-teman juga sudah mulai baca bahwa dari item-item itu ada 70 (dukungan) yang diberikan, memang ada yang dicabut kembali, yaitu dukungannya sebanyak 51, dan plus 2," katanya.

"Jadi pada prinsipnya kami mohon dengan sangat bahwa ini lagi dalam proses dari pihak HKBP juga dan mereka memberikan informasi tahap proses, jadi baru di level kelurahan belum di pemerintahan," sambungnya.

Dia mengatakan penandatanganan petisi merupakan permintaan warga. Dia mengaku hanya menjalankan tugas sesuai dengan undang-undang.

"Intinya bahwa masyarakat Kota Cilegon berkeinginan seperti itu," tuturnya.

Sebelumnya, video disertai narasi Wali Kota Cilegon Helldy Agustian dan Wakil Wali Kota Sanuji Pentamarta ikut menandatangani penolakan pendirian gereja viral. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (7/9).

Massa yang menamakan diri Komite Penyelamat Kearifan Lokal Kota Cilegon awalnya mendatangi gedung DPRD Cilegon untuk menyampaikan aspirasi soal penolakan rencana pendirian gereja Maranatha di Cikuasa, Cilegon.

Massa sempat membacakan pernyataan sikap yang dihadiri oleh Ketua hingga Wakil Ketua DPRD Cilegon. Massa kemudian membentangkan kain putih untuk membubuhkan tandatangan penolakan.

Setelah itu, massa aksi datang ke kantor Wali Kota Cilegon. Massa diterima oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota di ruang rapat. Massa kemudian mendesak wali kota dan wakil wali kota untuk ikut menandatangani kain putih sebagai bentuk penolakan.

Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas kemudian mengundang Wali Kota Cilegon dan tokoh masyarakat untuk membahas solusi polemik pembangunan gereja Maranatha.

Simak video 'Heboh Walkot Cilegon Tanda Tangani Spanduk Tolak Pendirian Gereja':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT