KPK Lelang Ruko RP 2,8 Miliar Milik Eks Kasatker KemenPUPR

ADVERTISEMENT

KPK Lelang Ruko RP 2,8 Miliar Milik Eks Kasatker KemenPUPR

M Hanafi Aryan - detikNews
Selasa, 13 Sep 2022 17:14 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK bakal melelang dua aset hasil rampasan milik terpidana eks Kepala Satuan Kerja Sistem Penyediaan Air Minum (Kasatker SPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Lelang itu akan dilakukan lewat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Manado.

"KPK bersama dan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Manado akan melaksanakan lelang barang rampasan negara tanpa kehadiran peserta lelang dengan jenis penawaran lelang melalui internet (closed bidding)," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (13/9/2022).

Ali mengatakan lelang dilakukan berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 62/Pid.Sus/TPK/2019/Pn.Jkt.Pst tanggal 07 Agustus 2019 atas nama Terdakwa Anggiat P Nahot Simaremare.

KPK, kata Ali, bakal melelang satu paket yang terdiri dari dua bidang tanah beserta ruko seluas 80 meter persegi di Kawasan Megamas, Manado, Sulawesi Utara, atas nama Gatot Prayogo. Dia menyebut paket itu bakal dilelang dengan nilai limit Rp 2,8 miliar.

"Dua bidang tanah dijual dalam 1 paket seluas 80m² berikut bangunan ruko di atasnya sesuai dengan SHGB Nomor: 163 dan SHGB Nomor 164 tertulis atas nama Gatot Prayogo yang terletak di kawasan Megamas Kota Manado Sulawesi Utara yang dilengkapi dengan Bukti Kepemilikan Asli (SHGB No. 163 dan SHGB No.164) dengan harga limit Rp 2.880.000.000,00 dan uang jaminan Rp 600.000.000,00," sebut Ali.

Ali menyebut pelelangan bakal dilaksanakan pada Rabu (16/9) dengan batas akhir pukul 8.00 Wita. Pelelangan dapat dilakukan di laman www.lelang.go.id.

Adapun Anggiat P. Nahot Simaremare divonis penjara 6 tahun dan denda Rp 250 juta subsider 2 bulan kurungan. Dia terbukti menerima suap senilai Rp 4,98 miliar dan USD 5.000 dari sejumlah pengusaha terkait beberapa proyek di Sumatera Utara tahun 2018.

Selain itu, hakim menilai Anggiat terbukti menerima gratifikasi senilai Rp 18 miliar dalam kurun 2009-2018. Uang tersebut diubahnya ke dalam bentuk mata uang asing mulai dari Shekel Israel hingga Yuan Cina.

Anggiat kini telah bebas dari vonis penjaranya. Pada 7 September 2022, dia dibebaskan bersyarat dari Lapas Kelas I Tangerang.

Lihat juga video 'Citra KPK Terendah Versi Litbang Kompas, Firli Singgung Waktu Survei':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT