Warga dan Pengelola Apartemen di Jakut Sempat Ribut, Polisi Lakukan Mediasi

ADVERTISEMENT

Warga dan Pengelola Apartemen di Jakut Sempat Ribut, Polisi Lakukan Mediasi

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 13 Sep 2022 14:31 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan. (Foto: dok. Polda Metro Jaya)
Jakarta -

Keributan sempat terjadi di Apartemen Pantai Mutiara di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Peristiwa itu diduga dipicu konflik antara penghuni dan pengelola apartemen.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (12/9/2022). Zulpan menyebut cekcok kedua pihak di apartemen itu telah terjadi sejak tahun lalu.

"Permasalahan antara pengurus dengan warga penghuni sudah terjadi sejak 2021 yaitu sejak warga mempertanyakan keabsahan pengurus menunjuk PT SMR sebagai pengelola Apartemen Pantai Mutiara," kata Zulpan dalam keterangannya, Selasa (13/9/2022).

Permasalahan kedua pihak ini terus meruncing. Hal ini diduga dipicu pengelola menaikkan biaya iuran pengelolaan lingkungan (IPL) hingga membuat beberapa penghuni protes.

"Terdapat beberapa warga yang menolak membayar IPL sebagai bentuk protes. Kemudian pihak pengelola mematikan air dan listrik kepada penghuni yang tidak membayar IPL setelah dilayangkan surat peringatan 1, 2, dan 3," jelas Zulpan.

Kesal listrik dan aliran air dimatikan, sejumlah penghuni diduga menyegel kantor pengelola pada Minggu (11/9). Tindakan itu direspons oleh pengelola yang mengerahkan pihak luar untuk membuka kantor pengelola yang disegel warga.

"Setelah air dan listrik diputus kemudian warga menyegel kantor pengelola. Pengelola lalu mengerahkan karyawannya (bukan karyawan APM) untuk membuka segel kantor pengelola," tutur Zulpan.

Kapolsek Penjaringan Kompol Ratna Quratul Aini mengatakan proses pembukaan segel kantor pengelola ini yang sempat diwarnai keributan. Polisi menyatakan tak ada penyerangan yang terjadi di lokasi.

"Bukan penyerangan, tetapi pengelola membuka kantor pengelola yang disegel oleh warga karena ada ketidakpuasan warga dengan Pengurus dan pengelola APM," jelas Ratna.

Ratna mengatakan kedua pihak yang terlibat keributan telah dimediasi pada Senin (12/9) malam. Dia mengatakan situasi di apartemen telah kondusif.

"Sudah dimediasi tadi malam, sudah sepakat kedua belah pihak. Saat ini sudah kondusif," ujar Ratna.

Lihat juga video 'Heboh Bupati Labuhanbatu Selatan Ribut ke Pendemo hingga Sebut 'Monyet'':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT