Transparansi Limbah, Dedi Mulyadi Minta Pabrik Bikin Alat Ukur Air-Udara

ADVERTISEMENT

Transparansi Limbah, Dedi Mulyadi Minta Pabrik Bikin Alat Ukur Air-Udara

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 13 Sep 2022 13:29 WIB
Dedi Mulyadi
Foto: Dedi Mulyadi
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi bersama tim Pengendali Dampak Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pengujian terhadap kualitas air dan udara di sekitar pabrik Indorama Purwakarta hari ini. Sehari sebelumnya, Dedi juga telah membantu mediasi antara warga dan pihak perusahaan terkait persoalan bau limbah yang berasal dari PT Indorama.

Bersama warga dan pihak Indorama, Dedi melakukan pengecekan langsung ke sumber yang diduga mengandung limbah dan bau di wilayah dekat pabrik, tepatnya di Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Di lokasi ini, tim KLHK mengambil sejumlah sampel yang nantinya akan diteliti di lab. Selain di sekitar pabrik, tim juga mengambil sampel dari aliran Sungai Cikembang yang justru terdapat lebih banyak limbah dan sampah rumah tangga dibanding dengan bau menyengat zat kimia.

Terkait persoalan ini, Dedi menjelaskan saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab dari munculnya bau menyengat tersebut. Mengingat hasil lab baru akan keluar maksimal 14 hari kerja.

"Kita tidak bisa simpulkan sekarang bagaimana hasilnya, tapi harus tunggu hasil lab. Nanti akan terjawab teka-teki mengapa terjadi bau yang selama ini tak pernah terjadi. Dan juga menjawab apakah ini berbahaya atau tidak," ujar Dedi dalam keterangan tertulis, Selasa (13/9/2022).

Dedi pun meminta pihak perusahaan untuk membuat alat ukur kadar udara dan air di dekat pabrik sebagai langkah transparansi. Dengan alat tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi secara digital.

"Limbah itu sifatnya kimiawi tidak bisa asal ditafsirkan. Maka harus dijawab dengan hal ilmiah juga dengan membuat alat ukur yang bisa memberikan informasi terkini soal kualitas udara dan air di sekitar perusahaan," katanya.

Mengenai hal ini, pihak Indorama telah setuju untuk membangun kawasan wisata edukasi di Sungai Cikembang. Selain berfungsi sebagai tempat rekreasi, lokasi tersebut akan menjadi patokan kelayakan sungai dari ambang batas limbah.

Lebih lanjut, Dedi menambahkan lokasi tersebut akan dibuat water treatment untuk memurnikan air. Nantinya juga akan disebar banyak ikan sebagai indikator jika terjadi pencemaran.

"Kalau ikan hidup dan berkembang biak berarti air itu aman. Tapi kalau yang hidup hanya ikan sapu-sapu berarti Sungai Cikembang kotor," papar Dedi.

Di samping itu, Dedi mendorong adanya transparansi soal tenaga kerja dan perencanaan kebutuhan SDM perusahaan dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, hal ini akan mempermudah warga sekitar untuk mempersiapkan anak-anaknya sekolah atau kuliah untuk mengejar kebutuhan SDM perusahaan.

"Dan kemarin Indorama juga sudah komitmen untuk membangun Jalan Cibinong yang rusak senilai Rp 9 miliar. Ini semua bisa terpenuhi karena aspek dialog," lanjutnya.

Terkait persoalan ini, pria yang identik dengan iket putih itu pun meminta tidak ada lagi pihak yang menyetop bus angkutan karyawan pabrik. Terlebih, saat ini sudah ada solusi dan 'bonus' berupa pembangunan kawasan wisata edukasi dan jalan yang bermanfaat bagi warga.

"Perlu diingat dan dikritisi juga bahwa limbah dan sampah rumah tangga tadi kita lihat juga banyak. Ini perlu dibangun kesadaran kritis bukan hanya pada industri tapi lingkungan sekitar kita yang setiap hari menghasilkan limbah dan sampah," pungkas Dedi.

Lihat juga video 'Komunitas UMKM Pati Sulap Limbah Alam Jadi Hiasan Payung':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT