Dedi Mulyadi Minta KLHK Buka Data Pengusaha Super Nakal untuk Ditindak

ADVERTISEMENT

Dedi Mulyadi Minta KLHK Buka Data Pengusaha Super Nakal untuk Ditindak

Jihaan Khoirunnissa - detikNews
Selasa, 06 Sep 2022 08:50 WIB
Dedi Mulyadi.
Foto: Dedi Mulyadi (Ari Sputra/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk membuka data para pengusaha yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap lingkungan dan hutan. Dia juga mendorong pihak KLHK untuk berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Mengingat saat ini Kejagung tengah 'on fire' dalam memberantas kasus kejahatan besar lingkungan dan hutan di Indonesia.

"Kita apresiasi Kejagung yang hari ini memiliki respons tinggi terhadap kasus besar di Indonesia. Tak ada salahnya KLHK membuka data ke Kejagung perusahaan-perusahaan yang terbukti sangat nakal dan super nakal," ujar Kang Dedi dalam keterangan tertulis, Selasa (6/9/2022).

Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin rapat dengan Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar di Gedung DPR RI, Senin (5/9) kemarin.

Adapun perusahaan 'nakal' yang dimaksud adalah mereka yang terbukti melakukan pelanggaran, namun selalu banyak akal untuk mengelabui aparat.

"Tak usah lagi ada keraguan ibu (menteri) berikan data pada mereka (Kejagung). Karena kalau gunakan tim Gakkum (KLHK) itu punya keterbatasan," ucap Dedi.

Ia berharap gerak cepat KLHK dapat memulihkan keuangan negara, sekaligus menambah kas negara yang hilang akibat perilaku nakal pengusaha.

Tidak hanya itu, Dedi juga berharap dengan tindak lanjut yang berkelanjutan maka hutan dan perkebunan di Indonesia akan terus tertata tanpa ada lagi orang yang melakukan manipulasi pada aset negara.

Menurutnya, salah satu yang perlu segera ditindaklanjuti adalah kekhawatiran pada korporasi yang berubah jadi koperasi untuk menguasai hutan hingga nantinya diubah menjadi kawasan perkebunan sawit.

"Selama kita terus diskusi di sini hutan terus dirambah, tambang di mana-mana terus dikeruk, pasir terus diangkat, kerusakan terus terjadi masif," katanya.

Di samping itu, Dedi Mulyadi juga menyoroti pemerintah yang tidak begitu kokoh dalam menjaga aset berupa alam Indonesia.

"Jujur saja bahwa Dirjen Gakkum yang paling berat bukan berhadapan dengan rakyat, tapi berhadapan dengan mitra aparat negara yang mem-backup pengusaha," pungkas Dedi Mulyadi.

Simak juga 'Menteri LHK Siti Nurbaya Lepasliarkan 108 Ekor Curik Bali ke Habitat';

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT