Jaksa Hormati Putusan MA Tolak Kasasi Kasus Penembakan Laskar FPI

ADVERTISEMENT

Jaksa Hormati Putusan MA Tolak Kasasi Kasus Penembakan Laskar FPI

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 12 Sep 2022 22:03 WIB
Petugas dari Komnas HAM dan Bareskrim Polri memeriksa mobil laskar FPI di Polda Metro Jaya, Senin (21/12/2020).
Barang bukti kasus penembakan laskar FPI. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi jaksa di kasus penembakan 6 laskar FPI di Km 50 Tol Cikampek. Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) menghormati putusan kasasi tersebut.

"Kami menghormati putusan tersebut," kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Harengga Berlian saat dihubungi, Senin (12/9/2022).

Harengga mengatakan Kejari Jaksel saat ini menunggu salinan putusan kasasi dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Secara resmi kami menunggu putusan kasasi dimaksud dari PN Jaksel," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi jaksa di kasus penembakan Km 50 Tol Cikampek. Alhasil, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella bebas karena tidak terbukti membunuh 6 anggota laskar FPI.

"Tolak kasasi jaksa terhadap M Yusmin Ohorella," demikian bunyi putusan kasasi yang dilansir website MA, Senin (12/9)

Duduk sebagai ketua majelis Desnayeti dengan anggota Gazalba Saleh dan Yohanes Priyana. Majelis tersebut juga menolak permohonan jaksa terhadap Fikri Ramadhan.

"Tolak kasasi jaksa terhadap Fikri Ramadhan," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella dituntut 6 tahun penjara. Keduanya didakwa jaksa terkait peristiwa penembakan laskar FPI di Km 50 Tol Cikampek.

Namun tuntutan jaksa ditolak Hakim menilai perbuatan mereka dalam rangka pembelaan terpaksa yang melampaui batas.

"Menyatakan perbuatan Terdakwa Fikri Ramadhan dan M Yusmin melakukan tindak pidana dakwaan primer dalam rangka pembelaan terpaksa melampaui batas," kata hakim ketua Muhammad Arif Nuryanta saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Jumat (18/3).

Karena itu, keduanya dilepaskan dari tuntutan jaksa.

(yld/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT