ADVERTISEMENT

Bergantian Massa Demo di Patung Kuda dan Sempat Pecah Kericuhan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 12 Sep 2022 20:10 WIB
Massa demo 1209 menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM di Patung Kuda, Jakarta. Semakin sore, massa terus bergantian berorasi.
Massa Aksi 1209 Demo Tolak Kenaikan Harga BBM. (A Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Aksi 1209 menolak kenaikan harga BBM di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat sempat ricuh. Kericuhan pecah diduga karena kesalahpahaman.

Demo di Patung Kuda terdiri atas beberapa kelompok massa. Pertama, ada massa buruh yang menyuarakan tuntutan penolakan harga BBM naik. Massa buruh telah membubarkan diri lebih dulu.

Adapun massa yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR). Massa datang sambil berselawat. Mobil komando massa GNPR terparkir di kawasan Patung Kuda yang mengarah ke Jalan Merdeka Selatan.

Di tengah orasi massa GNPR, kemudian datang kelompok lain dengan mobil komando dari arah Jalan Merdeka Barat. Polisi menyebut massa yang datang itu tidak menyampaikan pemberitahuan aksi di Patung Kuda.

Kelompok Lain Sempat Dikejar Massa

Massa yang belum diketahui itu kemudian dihalau massa. Ada aksi lempar botol ke arah mobil komando yang dihalau massa tersebut.

Kemudian terjadi juga gaduh di air mancur Patung Kuda. Terlihat seorang massa aksi yang menceburkan diri ke kolam air mancur. Massa aksi lainnya menyoraki pendemo yang melarikan diri itu.

Polisi di lokasi aksi sempat melerai kericuhan tersebut. Polisi mengizinkan aksi di kawasan Patung Kuda dengan damai.

Penjelasan Polisi Ricuh di Patung Kuda

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin menduga kehadiran kelompok yang belum diketahui itu dianggap mengganggu oleh kelompok PA 212. Polisi juga belum mengetahui massa yang terlibat kericuhan tersebut.

"Kalau pantauan kami ada miskom. Karena tadi di satu ruas jalan yang lain, tepatnya di Merdeka Barat ada satu aliansi lagi yang menyampaikan pendapatnya di muka umum. Namun sepertinya dianggap mengganggu oleh kelompok yang di sebelahnya, kelompok PA 212 sehingga ada ketersinggungan," kata Komarudin kepada wartawan di lokasi, Senin (12/9/2022).

Menurutnya, kelompok yang baru tiba itu tidak memberikan pemberitahuan aksi di kawasan Patung Kuda. Polisi kemudian memisahkan dua kelompok massa di kawasan Patung Kuda.

"Saat ini sedang kita coba deteksi. Termasuk kelompoknya kita pisahkan, sehingga silakan saja menyampaikan aspirasi. Namun tentunya saling menghormati, itu saja," ujarnya.

Simak juga Video: Demo Tolak BBM Naik di Asahan: HMI Naiki Truk, Bawa Spanduk 'Jokowi Gagal'

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT