Tarif Naik, Driver Ojol: Pendapatan Sama Kenaikan BBM Nggak Signifikan

ADVERTISEMENT

Tarif Naik, Driver Ojol: Pendapatan Sama Kenaikan BBM Nggak Signifikan

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 11 Sep 2022 12:54 WIB
Ojek online kini menjadi mata pencaharian atau pekerjaan bagi para drivernya, berjaket hijau dan helm khas para driver siap mengantar para penumpang.
Ilustrasi ojol (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengumumkan soal kenaikan tarif ojek online (ojol). Namun, adanya kenaikan tarif tersebut tak serta-merta membuat para driver ojol senang.

Hal ini disebabkan antara kenaikan harga BBM dan tarif ojol tidak berimbang. Salah satu driver ojol, Yosep (24), mengatakan tarif tersebut tidak signifikan dengan pengeluarannya membeli bensin.

"Dari aplikator nggak banyak sih (naiknya) paling 20 persen. Paling dari Rp 8.000 paling naik ke Rp 10 ribu kecil sih. Jauh, nggak signifikan (antara pengeluaran dan pendapatan). Menurut pendapatan sama kenaikan BBM itu berbanding jauh," ujar Yosep saat ditemui di Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (11/9/2022).

Dia mengaku pengeluarannya setelah harga BBM naik sangatlah besar mencapai Rp 60 ribu hanya untuk membeli bensin. Sedangkan sebelum harga BBM naik, pengeluarannya hanya Rp 30-40 ribu per hari.

"Bagi aplikator sih semoga bisa menyesuaikan ya. Harusnya dengan kenaikan BBM ini tarif sih harusnya disesuaikan agar pendapatan para driver pun sesuai dengan pengeluarannya," ucapnya.

"Untuk pemerintah ya jangan naik-naikin harga terus. Karena BBM naik jadi bahan pokok, sandang, pangan pun naik semua," sambungnya.

Sementara itu, tak jauh ditemui dari lokasi, Awi (45) juga mengaku keberatan atas kenaikan tarif tersebut. Hal ini disebabkan kenaikan tarif yang diterima dari aplikator berbanding terbalik dengan pengeluarannya untuk membeli bensin.

"Waduh parah ini. Bensin udah naik seminggu nih, ongkir baru naik. Naiknya juga parah cuma 800 perak," kata Awi.

"Udah kacau deh kalau buat ini. Ojol paling rendah ini pendapatannya," sambungnya.

Dia juga berharap para aplikator ojek online dapat mengerti kondisi para driver di lapangan. Dia tidak meminta kenaikan setara dengan harga BBM tapi setidaknya harga sewa aplikator tidak terlalu tinggi.

"Nggak perlu samain 25 persenlah kayak BBM. Senggaknya harga sewa aplikator atau potongan aplikasi nih 10 persen ye kan, harga ongkir naikin 15 persen udah cukup bagi ojol mah," ungkap Awi.

"Harga sewa aplikator kan gede, 20 persen ini potongannya. Sama aja kita nggak seimbang pemasukan dan pengeluaran," sambungnya.

Kebijakan kenaikan tarif ojol itu semula disampaikan akan berlaku mulai 10 September. Namun baru akan berlaku pada hari ini, 11 September 2022.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati yang mengatakan kenaikan tarif ojol mulai berlaku pada 11 September pukul 00.00 WIB.

"Tanggal 11 (hari ini) jam 00.00 WIB atau nanti malam. Sesuai pengumuman, 3 hari setelah ketetapan," kepada detikcom, Sabtu (10/9) kemarin.

(ain/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT