KPK Imbau Eks KSAU Agus Supriatna Kooperatif Jadi Saksi Kasus Heli AW-101

ADVERTISEMENT

KPK Imbau Eks KSAU Agus Supriatna Kooperatif Jadi Saksi Kasus Heli AW-101

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 09 Sep 2022 18:15 WIB
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Hanafi-detikcom)
Jubir KPK Ali Fikri (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

KPK mengimbau mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal (Purn) Agus Supriatna agar kooperatif terhadap surat pemanggilan. Agus Supriatna dipanggil KPK sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan helikopter AW-101 di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut sejatinya Agus Supriatna dan Marsda (Purn) Supriyanto Basuki diperiksa pada Kamis (8/9/2022) lalu. Namun Ali mengatakan keduanya tidak hadir dalam pemanggilan tersebut.

"Informasi yang kami peroleh, keduanya tidak hadir. Kami akan jadwal ulang dan mengimbau agar para saksi kooperatif hadir sesuai jadwal panggilan yang suratnya segera kami kirimkan," kata Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (9/9).

Ali mengatakan keterangan kedua saksi itu penting dalam proses penyidikan kasus Heli AW-101 yang tengah diusut KPK. Menurut Ali, keterangan dari pihak-pihak yang dipanggil KPK bakal membuat terangnya tindakan pidana yang dilakukan tersangka.

"Keterangan kedua saksi ini dibutuhkan dalam proses penyidikan, sehingga menjadi lebih jelasnya perbuatan para tersangka," tutup Ali.

Diberitakan sebelumnya, KPK memanggil eks Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal (Purn) Agus Supriatna. Dia dipanggil sebagai saksi dalam perkara tindak pidana korupsi (TPK) pengadaan helikopter AW-101 di lingkungan TNI AU.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut Agus Supriatna bakal diperiksa sebagai saksi dari Irfan Kurnia Saleh (IKS). Irfan merupakan pihak swasta yang menjadi tersangka dalam perkara ini.

"Hari ini, pemeriksaan saksi TPK dalam pengadaan helikopter angkut AW-101 di TNI Angkatan Udara (TNI AU) tahun 2016-2017, untuk tersangka IKS. Pemeriksaan dilakukan di kantor KPK, atas nama Agus Supriatna, purnawirawan TNI," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (8/9).

Ali menambahkan, KPK turut memanggil seorang purnawirawan TNI AU Marsekal Muda Supriyanto Basuki. Keduanya dijadwalkan diperiksa di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Perkembangan Kasus Pengadaan AW-101

Diketahui, KPK telah membekukan rekening bank senilai Rp 139,4 miliar milik PT DJM (Diratama Jaya Mandiri). Hal itu termasuk dalam rangkaian penyidikan korupsi pengadaan helikopter angkut AW-101 di TNI AU pada 2016-2017.

"Tim penyidik KPK telah memblokir rekening bank PT DJM (Diratama Jaya Mandiri) senilai Rp 139,4 M," kata Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (27/5).

Lihat juga video 'Panglima TNI Masih Dalami Kasus Dugaan Korupsi Heli AW-101':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya pada halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT