Terdakwa Divonis Lepas, Korban Investasi Alkes Puluhan Miliar Lapor KY

ADVERTISEMENT

Terdakwa Divonis Lepas, Korban Investasi Alkes Puluhan Miliar Lapor KY

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 09 Sep 2022 15:08 WIB
Laporan ke KY
Korban investasi alkes lapor ke KY (dok.ist)
Jakarta -

Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) melepaskan empat terdakwa, Kevin Lime dkk di kasus investasi alkes bodong. Atas hal itu, pihak korban melaporkan hal itu ke Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA).

Laporan itu diwakili kuasa hukum korban, Toni Mulia ke Gedung KY, Jumat (9/9/2022). Laporan itu diterima bagian penerima aduan masyarakat, Lina.

"Pada prinsipnya kami menemukan kejanggalan-kejanggalan pada pertimbangan hakim yang pada intinya menyatakan tindak pidana terbukti tapi bukan merupakan pidana," kata tim kuasa hukum lainnya, Leander Elian Zunggava saat dihubungi detikcom.

"Kami juga menyayangkan hakim yang menyatakan perbuatan Terdakwa bukan pidana, padahal di persidangan Terdakwa tidak bisa menjelaskan dari mana dia beli alkes, dan ke mana dia jual alkes tersebut," sambung Leander.

Sebelumnya, mereka juga melaporkan nama-nama hakim yang mengadili kasus itu ke Bawas MA. Harapannya agar hukum dan keadilan bisa ditegakkan seadil-adilnya.

"Kami berharap Bawas MA dan KY bisa melakukan investigasi terhadap majelis hakim yang kami rasa tidak memberikan putusan yang mencerminkan keadilaan bagi para korban dan masyarakat umum," ujar Leander Elian Zunggava.

Leander Elian Zunggava membeberkan sejumlah kejanggalan di persidangan.

"Mengenai klaim bahwa barang bukti senilai Rp 70 miliar lebih juga kami mempertanyakan dasar klaim tersebut yang kami duga kuat jauh dari angka tersebut. Oleh karenanya kita sudah menyurati Kejari Utara untuk melakukan appraisal terhadap nilai dari bukti yang disita," beber Leander Elian Zunggava.

Sebelumnya, jaksa sudah mengajukan kasasi kasus terhadap Kevin Lime dengan tuntutan 3 tahun 10 bulan. Sebab, Kevin divonis lepas. Atas kasasi itu, kuasa hukum Kevin Lime menghormatinya.

"Menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan, dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu atau kedaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapus piutang" sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sebagaimana dalam dakwaan pertama. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa KEVIN LIME dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan 10 (bulan) dikurangi masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa," demikian bunyi memori kasasi jaksa yang dikutip detikcom, Jumat (9/9/2022).

Saat dihubungi terpisah, kuasa hukim Kevin Liem, Rony Hutahahean menyatakan mengapresiasi putusan lepas yang dijatuhkan PN Jakut.

"Kami mengapresiasi putusan majelis hakim PN Jakut. Kami menghargai upaya yang dilakukan kejaksaan dan kami menunggu memori kasasinya dan akan mengajukan kontrakasasi," kata Rony.

Rony berkeyakinan kliennya tidak bersalah karena hubungan kliennya dengan pelapor dalah hubungan keperdataan sehingga tidak bisa dipidanakan. Hal itu diperkuat dengan pengakuan utang pelapor dalam permohonan kasus permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

"Karena pelapor mengajukan gugatan perdata sampai dua kali (PKPU) dan di dalam gugatannya, hubungan hukum timbul akibat utang piutang yang telah jatuh tempo," ujar Rony.

Rony juga menyatakan kliennya tidak melakukan usaha fiktif. Sebab di persidangan telah dihadirkan bukti 3.400 boks alkes.

"Jadi kami tidak bisa menilai itu fiktif," ucap Rony.

Selain itu, aset kliennya yang disita mencapai Rp 72 miliar. Sedangkan utang yang dipermasalahkan Rp 42 miliar.

"Maka ada kemampuan melakukan pembayaran atas aset yang disita. Dari bulan Februari-November 2021 sudah melakukan pembayaran termasuk pelapor. Kami menyajikan itu sebagai alat bukti, tak satupun yang setuju Kevin dihadapkan sebagai terdakwa. Mereka (investor lainnya-red) ingin melanjutkan pembayaran karena dari Februari sampai November tidak pernah telat pembayaran," tegas Rony.

Sebagaimana diketahui, kasus bermula saat Kevin Lime menawarkan investasi pengadaan alasan kesehatan (alkes) untuk alat pelindung diri (APD) Covid-19 pada 2021. Kevin Lime menawarkan keuntungan 37 persen kepada investor. Tawaran ini menggiurkan dan banyak orang yang tertarik investasi.

Kepada korban, KL mengaku sedang bekerja sama dengan instansi pemerintah terkait pengadaan alkes. Belakangan, para investor merasa ditipu dan melaporkan kasus itu ke Mabes Polri. Atas laporan itu, Kevin Lime ditahan sejak 21 Januari 2021 hingga dilepaskan oleh PN Jakut pada 23 Agustus 2022.

"Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa KL tidak pernah ada project terkait pengadaan alkes untuk tender-tender di pemerintahan maupun swasta," ucap kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli.

Kevin Lime kemudian ditahan dan diadili. Jaksa mendakwa menilai Kevin telah melakukan sejumlah perbuatan penipuan dan penggelapan. Jaksa lalu menuntut terdakwa 3 tahun 10 bulan penjara. Ternyata majelis hakim berkata lain.

"Menyatakan terdakwa Kevin Lime tersebut di atas terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan tetapi bukan merupakan tindak pidana. Melepaskan terdakwa oleh karena itu dari segala tuntutan hukum," demikian bunyi putusan majelis PN Jaku.

Duduk sebagai ketua majelis Suratno serta anggota Rudi Fahruddin Abbas dan Denny Riswanto. Majelis menilai kasus tersebut adalah kasus perdata.

"Oleh karena telah memberikan persetujuannya, maka menurut majelis hakim telah terjadi persesuaian kehendak antara saksi dengan terdakwa untuk mengikatkan diri dalam kerjasama suntik modal yang ditawarkan oleh terdakwa, sehingga antara saksi dan terdakwa terikat pada kesepakatan tersebut (asas pacta sunst servanda)," ucap majelis.

Simak juga video 'Catat! Koruptor yang 3 Kali Absen Wajib Berturut-turut Bakal Dipenjara Lagi':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/zap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT