ADVERTISEMENT

Berkas Lengkap, 4 Tersangka Investasi Bodong Alkes Segera Disidang

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 22 Jun 2022 10:39 WIB
gedung bareskrim polri
Gedung Bareskrim Polri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri menyatakan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan investasi bodong alat kesehatan (alkes) telah lengkap atau P21. Keempat tersangka tersebut akan segera disidang.

"Tindak pidana asal (TPA) sudah P21," kata Kasubdit V Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Ma'mun kepada wartawan, Rabu, (22/6/2022).

Keempat tersangka itu berinisial VAK (21), BS (32), DR, (27), dan DA (26). Berkas perkara mereka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Ma'mun mengatakan pihaknya juga telah melimpahkan berkas perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU). Diketahui, berkas itu sempat dikembalikan jaksa penuntut umum (JPU) sebelumnya untuk dilengkapi.

"TPPU-nya baru dikirim lagi (kemarin) setelah dipenuhi petunjuk JPU," katanya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap kasus dugaan investasi bodong modal terkait alat kesehatan (alkes). Sebanyak 4 pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

"Ada 4 tersangka yang pertama VA alias Vinny Aurelia, tersangka, BS alias Benny Sondakh, tersangka Dina Rahmawati alias DR, dan satu lagi suaminya tersangka Dudi Adriansyah atau DA," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan saat konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (19/1).

Whisnu menerangkan kasus tersebut terungkap mulanya dari laporan masyarakat. Tersangka VA mengajak para korban ikut dalam investasi bodong itu dengan cara mencatut sejumlah instansi pemerintah untuk meyakinkan para korban.

"Tersangka ini mengajak teman-temannya dan koleganya untuk bergabung dalam rangka memberikan modal dalam kegiatan pengadaan barang di Dinas Kesehatan, Dinas pendidikan, bahkan bersama dengan tersangka dia mengatakan bahwa ada rencana ataupun mendapat tender dari Kemenkes, Kemenhan, dan Pertamina. Setelah kita lakukan proses penyelidikan ternyata mereka ini adalah bohong semuanya," ujar Whisnu.

Simak juga 'Investasi Bodong Alkes, Pelaku Catut Nama Kemenkes Buat Gaet Korban!':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/dwia)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT