Anies Pamer Rumah DP Rp 0 Terisi 95%: Lebih Tinggi dari Hunian Komersil

ADVERTISEMENT

Anies Pamer Rumah DP Rp 0 Terisi 95%: Lebih Tinggi dari Hunian Komersil

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 08 Sep 2022 12:50 WIB
Pengunjung melihat salah satu unit rumah DP nol persen di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (8/9/2022). Pemerintah DKI Jakarta meresmikan Rumah DP Nol Persen tahap kedua yang sudah terbangun sebanyak 1.348 unit di Cilangkap, Jakarta Timur. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan saat ini jumlah keterisian rumah DP Rp 0 tahap pertama yang sudah terbangun mencapai 95 persen. Anies menyebut angka keterisian ini lebih tinggi dibandingkan dengan pasar apartemen maupun rumah biasa.

Hal itu disampaikan Anies saat meresmikan 1.348 unit hunian DP Rp 0 yang berlokasi di Nuansa Cilangkap dan Nuansa Pondok Kelapa hari ini. Ribuan unit hunian yang baru diresmikan ini masuk ke tahap kedua.

"Kalau kita perhatikan angka huniannya, saya cek sekitar 95 persen. Keterisian program DP Rp 0 ini lebih tinggi daripada pasar, karena pasar apartemen keterisiannya baru 70 persen. Jadi DP Rp 0 itu 95 persen. Yang bikin apartemen, rumah biasa, itu baru 70 persen," kata Anies di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (8/9/2022).

"Angka ini lebih tinggi daripada angka hunian rumah komersial yang tingkat vakansinya, kekosongannya itu 30 persen. Artinya, tingkat huniannya itu 70 persen, jadi lebih banyak secara persentase tingkat keterhunian program rumah DP Rp 0 dibandingkan dengan yang komersial," lanjut dia.

Total rumah DP Rp 0 tahap pertama sebanyak 984 unit, yang terdiri atas 780 unit Menara Samawa Pondok Kelapa, 38 unit Bandar Kemayoran, dan 166 unit Sentraland Cengkareng. Dari 984 unit itu yang keterisiannya sudah 95 persen.

Anies menyebut sejauh ini sebanyak 55 ribu orang telah mendaftarkan diri mengikuti program DP Rp 0. Dia juga menargetkan pembangunan 700 unit tambahan tuntas pada 2024.

"Jadi DP Rp 0 ini sebuah skema yang menarik bagi swasta, workable, sekarang ada 700 sedang mengantre, pembangunan 700 unit dan insyaallah tuntas 2024. Jadi nantinya minimal kita punya lebih dari 3.000 unit DP Rp 0. Mudah-mudahan nanti bisa eskalasi," ujarnya

Anies menjelaskan segmentasi rumah DP Rp 0 ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan di atas UMP yang ingin memiliki rumah namun kesulitan mencicil tabungan down payment (DP).

"Yang antara UMP sampai Rp 15 juta, ini segmen yang paling kesulitan. Ke bank belum bisa, tapi nyewa juga sesungguhnya dia sudah di atasnya. Ini yang kita maksud," jelasnya.

Anies memandang pemerintah tak bisa hanya memikirkan satu kelompok. Menurutnya, pemerintah mesti melakukan intervensi untuk mengakomodasi hunian bagi kalangan tersebut.

"Ini yang membuat mengapa program hunian DP 0 itu unik, karena dia masuk menggunakan mekanisme pasar, itu ada yang komersial, transaksi, tapi juga ada peran pemerintah di situ. Pemerintah intervensi untuk berikan dukungan berupa down payment," terangnya

Kepala unit Pusat Data dan Informasi Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Meli Budiastuti mengatakan saat ini pihaknya telah menyalurkan dana Anggaran Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) kepada 936 dari 984 penerima manfaat.

"Totalnya ada 984 unit. Penerima manfaat yang sudah kami salurkan dana FPPR itu ada 936 penerima manfaat. Jadi kan 95,12 persen sudah menerima dan menghuni unit hunian tersebut. Semua DP nol, dukungan dari BUMD dan BUMN," kata Meli Budiastuti di lokasi.

Simak juga 'Surya Paloh Bicara Kemungkinan Anies-Ganjar Bersatu di Pilpres 2024':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT