Jaksa Paparkan Kerusakan Hutan Akibat Perusahaan Surya Darmadi

ADVERTISEMENT

Jaksa Paparkan Kerusakan Hutan Akibat Perusahaan Surya Darmadi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 08 Sep 2022 11:19 WIB
Potret Surya Darmadi
Surya Darmadi bermasker biru. (Dok. Kejagung)
Jakarta -

Jaksa memaparkan 'kesalahan' yang dilakukan perusahaan milik Surya Darmadi. Jaksa mengatakan perusahaan Surya Darmadi telah membuat kerusakan hutan hingga negara merugi.

"Terdakwa melaksanakan usaha perkebunan dalam kawasan hutan melalui PT Banyu Bening Utama, PT Panca Agro Lestari, PT Kencana Amal Tani, PT Palma Satu, dan PT Seberida Subur di Kabupaten lndragiri Hulu Provinsi Riau, telah mengakibatkan: 1) Telah terjadi perubahan fisik dari sebelummya kawasan hutan yang telah berubah menjadi kebun sawit. 2) Tidak ada lagi pohon hutan alam asli," ujar jaksa saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Jaksa merinci sejumlah 'dosa' perusahaan Surya Darmadi karena telah membuat tanah rusak. Hal ini berdasarkan laporan hasil veridikasi dari Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan dan Lingkungan lnstitut Pertanian Bogar (IPB).

Berikut ini rinciannya:

1) PT Kencana Amal Tani

a. Telah terjadi kerusakan tanah mineral dan lingkungan akibat pembangunan kebun kelapa sawit (kegiatan cut and fill pada pembangunan jalan, penebangan vegetasi pohon hutan alam dan penanaman kelapa sawit) pada kawasan hutan oleh PT Kencana Amal Tani Kabupaten lndragiri Hulu Provinsi Riau.

b. Hasil pengamatan lapangan dan analisa kerusakan tanah dan lingkungan menunjukkan bahwa pada lokasi tanah mineral telah terjadi kerusakan tanah dan lingkungan karena telah masuk kriteria baku kerusakan (PP Nomor 150 Tahun 2000) untuk kriteria kerusakan parameter erosi tanah (5-10 cm, 20-30 cm), solum tanah (0 cm) dan batuan permukaan (50-80%).

c. Hasil pengamatan lapangan dan analisa kerusakan tanah akibat pembangunan kelapa sawit pada kawasan hutan telah terjadi kerusakan karena telah masuk kriteria baku kerusakan (Keputusan Menteri Nomor: KEP-43/MENLH/10/1996) untuk kriteria kerusakan parameter tanah dan vegetasi.

d. Hasil analisa tanah di Laboratorium ICBB PT Biodiversitas Bioteknologi Indonesia menunjukkan telah terjadi kerusakan tanah karena telah masuk kriteria baku kerusakan (PP Nomor 150 Tahun 2000) untuk parameter klei (liat), pasir dan redoks.

2) PT Palma Satu

a. Telah terjadi kerusakan tanah gambut dan lingkungan akibat pembangunan kebun kelapa sawit (pengerukan/penggalian kanal pada tanah gambut, penebangan vegetasi pohon hutan alam, pembangunan sarana dan prasarana jalan/kanal dan penanaman kelapa sawit) pada kawasan hutan oleh PT Palma Satu Kabupaten lndragiri Hulu Provinsi Riau.

b. Hasil pengamatan lapangan dan analisa kerusakan tanah dan lingkungan menunjukkan bahwa memang pada lokasi tanah gambut telah terjadi kerusakan tanah dan lingkungan karena telah masuk kriteria baku kerusakan (PP Nomor 150 tahun 2000) untuk kriteria kerusakan parameter erosi tan ah (2-5 cm), subsiden (10-20 cm; 100• 150 cm, 250-300 cm), dan kedalaman air tanah dangkal (60-80 cm).

c. Hasil pengamatan lapangan dan analisa kerusakan tanah akibat pembangunan kelapa sawit pada kawasan hutan telah terjadi kerusakan karena telah masuk kriteria baku kerusakan (Kepmen Nomor. KEP• 43/MENLH/10/1996) untuk kriteria kerusakan parameter tanah dan vegetasi.

d. Hasil pengamatan lapangan dan analisa kerusakan tanah dan lingkungan menunjukkan bahwa memang pada lokasi tanah gambut telah terjadi kerusakan tanah dan lingkungan karena telah masuk kriteria baku kerusakan (PP Nomor 57 Tahun 2017) untuk kriteria tinggi muka air tanah (60-80 cm).

e. Hasil analisa tanah di Laboratorium ICBB PT Biodiversitas Bioteknologi Indonesia menunjukkan telah terjadi kerusakan tanah gambut karena telah masuk kriteria baku kerusakan (PP Nomor 150 Tahun 2000) untuk parameter pH dan redoks

3) PT Panca Agro Lestari

a. Telah terjadi kerusakan tanah mineral bergambut dan lingkungan akibat pembangunan kebun kelapa sawit (pengerukan/penggalian kanal pada tanah, kegiatan cut and fill, penebangan vegetasi pohon hutan alam, pembangunan sarana dan prasarana jalan/kanal dan penanaman kelapa sawit) pada kawasan hutan oleh PT Panca Agro Lestari Kabupaten lndragiri Hulu Provinsi Riau.

b. Hasil pengamatan lapangan dan analisa kerusakan tanah dan lingkungan menunjukkan bahwa memang pada lokasi tanah mineral bergambut telah terjadi kerusakan tanah dan lingkungan karena telah masuk kriteria baku kerusakan (PP Nomor 150 Tahun 2000) untuk kriteria kerusakan parameter erosi tanah (2-5 cm), dan solum tanah (0 cm).

c. Hasil pengamatan lapangan dan analisa kerusakan tanah akibat pembangunan kelapa sawit pada kawasan hutan telah terjadi kerusakan karena telah masuk kriteria baku kerusakan (Kepmen Nomor KEP 43/M EN LH/10/1996) untuk kriteria kerusakan parameter tanah dan vegetasi.

d. Hasil analisa tanah di Laboratorium ICBB PT Biodiversitas Bioteknologi Indonesia menunjukkan telah terjadi kerusakan tanah karena telah masuk kriteria baku kerusakan (PP Nomor 150 Tahun 2000) untuk parameter pH dan redoks.

Simak halaman selanjutnya.

Simak Video 'Surya Darmadi Didakwa Rugikan Negara Rp 109 Triliun!':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT