Penjelasan Bawaslu Depok Soal Pegawai Diduga Selewengkan Dana Rp 1,1 M

ADVERTISEMENT

Penjelasan Bawaslu Depok Soal Pegawai Diduga Selewengkan Dana Rp 1,1 M

Dwi Rahmawati - detikNews
Rabu, 07 Sep 2022 17:23 WIB
Ilustrasi Gedung Bawaslu (Karin-detikcom)
Foto: Ilustrasi Gedung Bawaslu (Karin-detikcom)
Depok -

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Depok, Luli Barlini buka suara terkait dugaan anggotanya menyelewengkan dana hibah APBD Depok tahun 2020. Luli membantah jika Kepala Sekretariat Bawaslu Depok Syamsu Rahman disebut pegawai Bawaslu Depok.

"Kalau di Bawaslu sendiri tidak ada yang terlibat, jadi pure personal dan sudah kembali ke institusinya karena memang beliau dari pegawai Pemkot," kata Luli kepada wartawan, Rabu (7/9/2022).

Luli memastikan pegawai Bawaslu tidak ada yang terlibat. Jika ada, dia berjanji akan taat prosedur.

"Tidak ada sama sekali dari pegawai, bagi kami pegawai itu adalah PNS. Tidak ada yang melakukan dugem ataupun hal-hal negatif lainnya, kami tetap bekerja penuh waktu mengawal tahapan," ucapnya.

Terkait tugas Syamsu Rahman, dia menjelaskan bahwa Syamsu tugasnya hanya melakukan pengawalan untuk keuangan sebagai KPA dan PPK administrasi. Ia pun meminta semua pihak untuk menghormati semua proses yang berlaku.

"Maka mari sama-sama kita menghormati proses hukum dan sama-sama mendukung Bawaslu sendiri, kami memohon dukungan karena kami sudah mempersiapkan segala persiapannya untuk Pemilu serentak 2024," kata Luli.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok mengusut dugaan penyalahgunaan dana hibah APBD Depok tahun 2020 untuk Bawaslu Depok. Jaksa menyebut dana hibah yang semestinya digunakan untuk pengawasan pelaksanaan Pilkada Depok itu diduga dipakai pegawai Bawaslu untuk kepentingan pribadi.

"Ya benar, kami telah resmi melakukan penanganan terkait dengan dugaan penyalahgunaan dana hibah Bawaslu Kota Depok terkait dana hibah Bawaslu pemilihan wali kota dan wakil wali kota Depok tahun 2020," ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri Depok Andi Rio Rahmat melalui keterangan yang disampaikan Kasubsi Ekonomi Keuangan dan Pengamanan Pembangunan Strategis Alfa Dera, Senin (5/9/2022).

Andi mengatakan pihaknya tengah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan dalam kasus ini. Dia menyebut dana itu diduga disalahgunakan oknum Bawaslu untuk kepentingan pribadi berupa kegiatan hiburan malam.

"Telah dilakukan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) karena sebelumnya didapatkan informasi uang hibah diduga digunakan untuk kepentingan pribadi serta untuk kegiatan hiburan malam," ujarnya.

Andi mengatakan uang untuk pengawasan Pilkada Kota Depok tersebut diduga dilakukan oleh oknum kepala sekretariat Kota Depok. Uang itu, kata Andi, dicairkan dengan prosedur yang melawan ketentuan serta diduga dibantu oknum bendahara untuk penarikan tunai senilai Rp 1,1 miliar tanpa sepengetahuan pimpinan Bawaslu Kota Depok.

Simak juga video 'Warganet Keluhkan Namanya Dicatut Parpol, Bawaslu Buka Suara':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT