Jaksa Kasasi atas Vonis Lepas Terdakwa Kasus Investasi Alkes Bodong

ADVERTISEMENT

Jaksa Kasasi atas Vonis Lepas Terdakwa Kasus Investasi Alkes Bodong

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 07 Sep 2022 09:09 WIB
Ilustrasi Sidang
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jaksa mengajukan kasasi atas vonis lepas Kevin Lime yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut). Kevin dituntut 3 tahun 10 bulan penjara di kasus investasi alkes bodong dengan nilai kerugian puluhan miliar rupiah.

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakut, Rabu (7/9/2022), jaksa penuntut umum (JPU) Ari Sulton Abdullah telah mengajukan kasasi. Akta memori kasasi diserahkan JPU pada Selasa (6/9) kemarin dan diterima oleh panitera muda pidana PN Jakut.

Sebagaimana diketahui, kasus bermula saat Kevin Lime menawarkan investasi pengadaan alasan kesehatan (alkes) untuk alat pelindung diri (APD) COVID-19 pada 2021. Kevin Lime menawarkan keuntungan 37 persen kepada investor. Tawaran ini menggiurkan dan banyak orang yang tertarik berinvestasi.

Kepada korban, Kevin Lime mengaku sedang bekerja sama dengan instansi pemerintah terkait pengadaan alkes. Padahal semua janji manis Kevin Lime itu ternyata hanya omong kosong.

Akhirnya para investor merasa ditipu dan melaporkan kasus itu ke Mabes Polri. Atas laporan itu, Kevin Lime ditahan sejak 21 Januari 2021 hingga dilepaskan oleh PN Jakut pada 23 Agustus 2022.

"Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa KL tidak pernah ada project terkait pengadaan alkes untuk tender-tender di pemerintahan maupun swasta," ucap kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli.

Kevin Lime kemudian ditahan dan diadili. Jaksa mendakwa Kevin telah melakukan sejumlah perbuatan penipuan dan penggelapan.

"Akan tetapi sampai saat ini dana suntik modal tersebut tidak kunjung diserahkembalikan oleh Terdakwa kepada saksi serta beberapa downline yang ikut kegiatan suntik modal pengadaan alkes tersebut sehingga menimbulkan kerugian kurang lebih sejumlah Rp 109 miliar," dakwa jaksa.

Jaksa lalu menuntut terdakwa 3 tahun 10 bulan penjara. Ternyata majelis hakim berkata lain.

"Menyatakan Terdakwa Kevin Lime tersebut di atas terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan, tetapi bukan merupakan tindak pidana. Melepaskan Terdakwa oleh karena itu dari segala tuntutan hukum," demikian bunyi putusan majelis PN Jakut.

Duduk sebagai ketua majelis Suratno serta anggota Rudi Fahruddin Abbas dan Denny Riswanto. Majelis menilai kasus tersebut adalah kasus perdata.

"Oleh karena telah memberikan persetujuannya, menurut majelis hakim, telah terjadi persesuaian kehendak antara saksi dan Terdakwa untuk mengikatkan diri dalam kerja sama suntik modal yang ditawarkan oleh Terdakwa, sehingga antara saksi dan Terdakwa terikat pada kesepakatan tersebut (asas pacta sunt servanda)," ucap majelis.

Simak juga 'Daftar Nama Koruptor yang Bebas Bersyarat':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/zap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT