Apa itu Bebas Bersyarat yang Diperoleh Pinangki hingga Zumi Zola?

ADVERTISEMENT

Apa itu Bebas Bersyarat yang Diperoleh Pinangki hingga Zumi Zola?

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Selasa, 06 Sep 2022 20:08 WIB
Apa itu Bebas Bersyarat yang Didapatkan Pinangki dan Ratu Atut
Apa itu Bebas Bersyarat yang Didapatkan Pinangki dan Ratu Atut | Foto: Getty Images/iStockphoto/bortn76
Jakarta -

Apa itu bebas bersyarat? Diketahui, narapidana korupsi Pinangki Sirna Malasari dan Ratu Atut Chosiyah kini telah mendapatkan pembebasan bersyarat. Ada pula Zumi Zola hingga Suryadharma Ali. Mereka telah dikeluarkan dari lapas pada hari ini.

Lantas apa yang dimaksud dengan bebas bersyarat itu? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Apa itu Bebas Bersyarat?

Pengertian bebas bersyarat dapat diketahui berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 7 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat.

Bebas bersyarat adalah program pembinaan untuk mengintegrasikan narapidana dan anak ke dalam kehidupan masyarakat setelah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Apa arti bebas bersyarat itu termuat dalam Pasal 1 Ayat 5.

Apa Saja Syarat Pembebasan Bersyarat?

Persyaratan bebas bersyarat dikutip dari Peraturan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Narapidana harus telah menjalani paling sedikit 2/3 (dua per tiga) masa pidana, dengan ketentuan 2/3 (dua per tiga) tersebut paling singkat 9 (sembilan) bulan
  • Berkelakuan baik selama menjalani masa pidana paling sedikit 9 (sembilan) bulan terakhir dihitung sebelum tanggal 2/3 (dua pertiga) masa pidana
  • Telah mengikuti program pembinaan dengan baik, tekun dan bersemangat
  • Masyarakat dapat menerima program kegiatan pembinaan narapidana
  • Bagi Anak Negara: Pembebasan Bersyarat dapat diberikan setelah menjalani pembinaan paling sedikit 1 (satu) tahun.

Dalam Pasal 83 Ayat 1 juga disebutkan bahwa pembebasan bersyarat dapat diberikan kepada narapidana dengan syarat telah melengkapi beberapa dokumen. Adapun dokumen tersebut dapat disimak berikut ini.

  1. Salinan kutipan putusan hakim dan berita acara pelaksanaan putusan pengadilan
  2. Laporan perkembangan pembinaan sesuai dengan sistem penilaian pembinaan narapidana yang ditandatangani oleh Kepala Lapas
  3. Laporan penelitian kemasyarakatan yang dibuat oleh Pembimbing Kemasyarakatan yang diketahui oleh Kepala Lapas
  4. Surat pemberitahuan ke kejaksaan negeri tentang rencana pengusulan pemberian Pembebasan Bersyarat terhadap narapidana pemasyarakatan yang bersangkutan
  5. Salinan register F dari Kepala Lapas
  6. Salinan daftar perubahan dari Kepala Lapas
  7. Surat pernyataan dari narapidana tidak akan melakukan perbuatan melanggar hukum
  8. Surat jaminan kesanggupan dari pihak keluarga, wali, Lembaga Sosial, instansi pemerintah, instansi swasta, atau yayasan yang diketahui oleh lurah, kepala desa, atau nama lain yang menyatakan bahwa:
    - Narapidana tidak akan melarikan diri dan/atau tidak melakukan perbuatan melanggar hukum
    - Membantu dalam membimbing dan mengawasi narapidana selama mengikuti program Pembebasan Bersyarat.

Alasan Bebas Bersyarat bagi Pinangki dan Ratu Atut

Diketahui, Pinangki Sirna Malasari telah mendapatkan pembebasan bersyarat pada hari ini. Pinangki disebut telah memenuhi syarat administrasi untuk mendapatkan bebas bersyarat.

"Telah memenuhi syarat administratif dan substantif.," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Banten Masjuno, kepada wartawan Selasa (06/09/2022).

Selain itu, salah satu alasan Pinangki bebas bersyarat disebutkan karena telah menjalankan hak dan kewajibannya. Serta mentaati aturan selama berada di lapas.

"Selama menjalani pidana, Mereka telah menjalankan hak dan kewajibannya dengan mengikuti pembinaan dan mentaati aturan yang ada di lapas," ujarnya.

Sebelumnya, Ratu Atut juga telah dinyatakan bebas bersyarat pada hari berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor PAS-1392.PK.05.09 Tahun 2022 tentang Pembebasan Bersyarat Narapidana Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada 5 September 2022.

Dalam surat itu, termuat pertimbangan pemberian bebas bersyarat kepada Ratu Atut adalah karena menjalani pembinaan dengan baik, memenuhi syarat substantif dan administratif, serta sesuai dengan rekomendasi sidang tim pengamat pemasyarakatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Ternyata, ada beberapa narapidana lain yang juga bebas bersyarat dariLapas Sukamiskin. "Tidak ingat betul, tapi ada Patrialis Akbar, Suryadharma Ali, Zumi Zola," kata Kalapas Sukamiskin, Elly Yuzar.

Menurut Elly, mereka bukan bebas murni, melainkan bebas bersyarat. Mereka pun masih harus wajib lapor ke Bapas Bandung.

"Mereka bebas bersyarat, masih harus wajib lapor ke Bapas Bandung sampai habis," katanya.

Demikian informasi tentang apa itu bebas bersyarat.

(wia/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT