Istana Kepresidenan Mulai Gunakan Listrik dari Energi Baru Terbarukan

ADVERTISEMENT

Istana Kepresidenan Mulai Gunakan Listrik dari Energi Baru Terbarukan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 06 Sep 2022 17:25 WIB
Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono
Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Istana Kepresidenan resmi mulai menggunakan listrik dari pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Penggunaan listrik dari EBT juga sekaligus sebagai langkah menghadapi perubahan iklim dan mewujudkan transisi energi bersih sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut ditandai dengan penyerahan renewable energy certificate (REC) dan dukungan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KLBB) oleh PT PLN (Persero) kepada lima Istana Kepresidenan yang dipusatkan di halaman Kantor Sekretariat Presiden, Jakarta, sebagaimana dalam keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Selasa (6/9/2022). Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyampaikan Sekretariat Presiden akan berkomitmen terus beradaptasi dalam menghadapi perubahan dunia.

"Sekretariat Presiden selalu mendukung tuntutan-tuntutan dunia yang berubah, yaitu salah satunya harus menggunakan listrik yang terbarukan, renewable energy," ucap Heru.

Heru berharap pemanfaatan EBT ini juga dapat diikuti oleh lembaga pemerintahan yang lain untuk turut serta dalam memerangi perubahan iklim yang tidak terduga terjadi lebih cepat.

"Tentunya kita juga lebih cepat lagi mengubah behavior, salah satunya menggunakan energi baru terbarukan," lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan apresiasi atas inisiasi yang dilakukan oleh Sekretariat Presiden dalam pemanfaatan EBT. Menurutnya, Istana Kepresidenan akan menjadi contoh yang luar biasa terhadap penggunaan energi baru terbarukan.

"Kami terharu karena Istana menjadi garda depan dalam memerangi perubahan iklim dan menjadi contoh yang luar biasa, bahwa penggunaan energi baru terbarukan atau energi bersih ini menjadi suatu visi yang jauh ke depan," ucapnya.

Istana Kepresidenan juga disebut menjadi bagian dalam memerangi perubahan iklim, melalui perubahan sumber aliran listrik di Istana Kepresidenan yang berbasis pada energi baru terbarukan (EBT) dengan emisi karbon nol/zero carbon emission.

"Pasokan listrik yang mengalir ke Istana dengan adanya renewable energy certificate yang diinisiasi dari Istana Kepresidenan ini, maka listrik yang masuk ke istana adalah listrik yang berbasis pada energi baru terbarukan dengan emisi karbon nol," jelas Darmawan.

Dalam kesempatan tersebut, PT PLN (Persero) turut memberikan sertifikat REC dan simbolis KLBB kepada masing-masing Istana Kepresidenan, yaitu Istana Kepresidenan Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta, dan Tampaksiring. PT PLN (Persero) juga memberikan dukungan berupa kendaraan listrik untuk kelancaran kegiatan operasional Istana Kepresidenan.

"Kami juga ingin membantu bagaimana Istana juga bisa menggunakan kendaraan listrik maupun motor listrik di mana tentu saja dengan pergeseran transportasi yang tadinya berbasis pada BBM, yang berbasis energi impor, energi yang jauh lebih mahal, energi yang lebih kotor, digantikan dengan transportasi yang berbasis pada listrik," ungkap Darmawan.

Turut hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden Rika Kiswardani; Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin; Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali PT PLN (Persero) Haryanto WS; serta Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril.

Lihat juga video 'Pertamina-KLHK Manfaatkan Panel Surya di Program Desa Energi Berdikari':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT