Ini Adegan yang Bikin LPSK Nilai Dugaan Pelecehan Istri Sambo Janggal

ADVERTISEMENT

Ini Adegan yang Bikin LPSK Nilai Dugaan Pelecehan Istri Sambo Janggal

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 06 Sep 2022 10:18 WIB
Penampakan Putri Candrawathi saat rekonstruksi kasus Brigadir J (dok. YouTube Polri)
Penampakan Putri Candrawathi saat rekonstruksi kasus Brigadir J. (Dok. YouTube Polri)
Jakarta -

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menilai ada sejumlah kejanggalan terkait dugaan pelecehan seksual ke istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, di Magelang, Jawa Tengah (Jateng). Salah satu dasar LPSK menyebut ada kejanggalan ialah adegan saat rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat.

Sebagai informasi, Brigadir Yosua tewas ditembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022). Polisi saat itu menyatakan Yosua tewas dalam peristiwa yang disebut dengan 'tembak-menembak' antara Yosua dan Bharada Eliezer atau Bharada E.

Sebelum tembak-menembak, Yosua disebut melakukan pelecehan terhadap Putri hingga membuat istri Ferdy Sambo itu berteriak dan didengar Eliezer. Baku tembak kemudian disebut terjadi hingga menyebabkan Yosua tewas. Dugaan pelecehan itu juga dilaporkan ke polisi.

Namun belakangan, laporan dugaan pelecehan di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga itu disetop polisi. Menurut polisi, tak ada dugaan tindak pidana pelecehan yang terjadi di Duren Tiga. Menurut polisi, jika memang ada, dugaan pelecehan itu mungkin terjadi di Magelang.

Proses penyidikan pun dilanjutkan. Polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dugaan pembunuhan berencana terhadap Yosua, yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, Bharada Eliezer, dan Bripka Ricky Rizal.

Dugaan pelecehan terhadap Putri Candrawathi kembali muncul saat Komnas HAM menyampaikan laporan hasil penyelidikan terkait kasus ini. Komnas HAM bersama Komnas Perempuan kompak menyebut ada dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.

"Terdapat dugaan kuat terjadinya peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada Saudari PC (Putri Candrawathi) di Magelang, tanggal 7 Juli 2022," kata komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dalam jumpa pers di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/9).

Dugaan kuat adanya pelecehan seperti yang disampaikan Komnas HAM itu diragukan LPSK. Salah satu dasar LPSK menyatakan ada kejanggalan ialah adegan saat rekonstruksi kasus pembunuhan Yosua.

Simak adegan yang dimaksud pada halaman selanjutnya.

Saksikan Video 'Komnas HAM Duga Putri Candrawathi Dilecehkan, Pihak Brigadir J: Itu Bohong!':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT