PN Jakut Lepaskan Terdakwa Kasus Investasi Alkes Bodong Puluhan Miliar

ADVERTISEMENT

PN Jakut Lepaskan Terdakwa Kasus Investasi Alkes Bodong Puluhan Miliar

Andi Saputra - detikNews
Senin, 05 Sep 2022 17:01 WIB
Ilustrasi sidang
Iustrasi sidang (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) melepaskan terdakwa Kevin Lime. Pria berusia 23 tahun itu dituntut 3 tahun 10 bulan penjara di kasus investasi alkes bodong dengan nilai kerugian puluhan miliar rupiah.

"Menyatakan terdakwa Kevin Lime tersebut di atas terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan tetapi bukan merupakan tindak pidana. Melepaskan terdakwa oleh karena itu dari segala tuntutan hukum," demikian bunyi putusan majelis PN Jakut yang tertuang dalam putusannya, Senin (5/9/2022).

Duduk sebagai ketua majelis Suratno dengan anggota Rudi Fahruddin Abbas dan Denny Riswanto. Majelis menilai kasus tersebut sebagai kasus perdata.

"Oleh karena telah memberikan persetujuannya, maka menurut majelis hakim telah terjadi persesuaian kehendak antara saksi dengan terdakwa untuk mengikatkan diri dalam kerja sama suntik modal yang ditawarkan oleh terdakwa, sehingga antara saksi dan terdakwa terikat pada kesepakatan tersebut (asas pacta sunst servanda)," ucap majelis.

Putusan itu berkebalikan dengan keyakinan polisi dan jaksa. Di mana diceritakan Kevin Lime menawarkan investasi pengadaan alasan kesehatan (alkes) untuk alat pelindung diri (APD) COVID-19 pada 2021.

Kevin Lime menawarkan keuntungan 37 persen kepada investor. Tawaran ini menggiurkan dan banyak orang yang tertarik berinvestasi.

"Akan tetapi sampai saat ini dana suntik modal tersebut tidak kunung diserahkembali oleh terdakwa kepada saksi serta beberapa downline yang ikut kegiatan suntik modal pengadaan alkes tersebut sehingga menimbulkan kerugian kurang lebih sejumlah Rp 109 miliar," dakwa jaksa.

Akhirnya para investor merasa ditipu dan melaporkan kasus itu ke Mabes Polri. Atas laporan itu, Kevin Lime ditahan sejak 21 Januari 2021 hingga dilepaskan oleh PN Jakut pada 23 Agustus 2022.

Kepada korban, KL mengaku sedang bekerja sama dengan instansi pemerintah terkait pengadaan alkes. Padahal, semua janji manis KL itu ternyata hanya omong kosong.

"Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa KL tidak pernah ada project terkait pengadaan alkes untuk tender-tender di pemerintahan maupun swasta," ucap kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli.

Jaksa akan mengajukan kasasi atas putusan itu.

(asp/zap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT