4 Tersangka Kasus Investasi Bodong Alkes Rp 1,3 T Segera Disidang

ADVERTISEMENT

4 Tersangka Kasus Investasi Bodong Alkes Rp 1,3 T Segera Disidang

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 24 Agu 2022 13:47 WIB
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan (Azhar-detikcom)
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri telah menetapkan 4 tersangka kasus dugaan investasi bodong alat kesehatan (alkes) yang merugikan korban hingga Rp 1,3 triliun. Kini berkas perkara keempat tersangka tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Perkaranya sudah P21," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dimintai konfirmasi, Rabu (24/8/2022).

Adapun keempat tersangka itu ialah VA, BS, DR, dan DA. Keempatnya juga telah diserahkan ke Kejagung dan akan segera disidangkan.

"Tersangka serta barang bukti sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Bareskrim Polri mengungkap kasus dugaan investasi bodong modal terkait alkes. Sebanyak 4 pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

"Ada 4 tersangka, yang pertama VA alias Vinny Aurelia, tersangka, BS alias Benny Sondakh, tersangka Dina Rahmawati alias DR, dan satu lagi suaminya tersangka Dudi Adriansyah atau DA," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan saat konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (19/1).

Whisnu menerangkan, kasus tersebut terungkap mulanya dari laporan masyarakat. Tersangka VA mengajak para korban ikut dalam investasi bodong itu dengan cara mencatut sejumlah instansi pemerintah untuk meyakinkan para korban.

"Tersangka ini mengajak teman-temannya dan koleganya untuk bergabung dalam rangka memberikan modal dalam kegiatan pengadaan barang di Dinas Kesehatan, Dinas pendidikan, bahkan bersama dengan tersangka dia mengatakan bahwa ada rencana ataupun mendapat tender dari Kemenkes, Kemenhan, dan Pertamina. Setelah kita lakukan proses penyelidikan ternyata mereka ini adalah bohong semuanya," ujar Whisnu.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT