Pemkot Bogor Siapkan Rp 4,6 M untuk Sopir Angkot-Ojol Terdampak BBM Naik

ADVERTISEMENT

Pemkot Bogor Siapkan Rp 4,6 M untuk Sopir Angkot-Ojol Terdampak BBM Naik

M Solihin - detikNews
Senin, 05 Sep 2022 16:27 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Wali Kota Bogor Bima Arya (Solihin/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk sopir angkot, ojek online (ojol), dan pelaku UMKM di Bogor yang terdampak kenaikan harga BBM. Dana sebesar Rp 4,6 miliar disebut sudah siap dikucurkan.

Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut dana Rp 4,6 miliar tersebut merupakan 2 persen dari total sisa Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2022. Penggunaan DAU ini sudah berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

"Ada kewajiban bagi pemerintah daerah untuk alokasikan 2 persen dari DAU untuk digunakan juga bagi bansos (bantuan sosial) di bidang transportasi dan UMKM. Jadi kalau di Kota Bogor kita akan alokasikan Rp 4,6 miliar, ini dari hitungan 2 persen dari DAU di sisa 3 bulan berjalan di tahun ini," kata Bima Arya di Balai Kota Bogor usai mengikuti rapat koordinasi (rakor) dampak kenaikan harga BBM dengan pemerintah pusat secara online, Senin (5/9/2022).

"Kita akan menerapkan nanti untuk pengemudi angkot dan mungkin juga ojek online dan juga UMKM," sambungnya.

Bima mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat terkait jumlah bansos yang akan didapat setiap sopir angkot, ojol, dan pelaku UMKM di Kota Bogor. Meski demikian, dana Rp 4,6 miliar dipastikan siap dikucurkan.

"Namun kami masih menunggu juklak (petunjuk pelaksanaan) dan juknisnya (petunjuk teknis) terkait besaran dan bagaimana penyalurannya secara teknis, tetapi dananya sudah siap, yaitu 4,6 miliar," tegas Bima.

Selain itu, Bima menyebut Mendagri Tito Karnavian menginstruksikan bahwa dana Biaya Tak Terduga (BTT) juga dapat dialokasikan untuk bansos bagi masyarakat terdampak kenaikan BBM.

"Ada hal lain yang diinstruksikan Pak Mendagri (Tito Karnavian) kepada pemerintah daerah, bahwa alokasi BTT bisa digunakan untuk memberikan bansos. Itu akan kita rumuskan nanti untuk besarannya berapa dan targetnya ke mana," ucapnya.

(fas/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT