Jaksa Usut Dugaan Pegawai Bawaslu Depok Pakai Hibah APBD untuk Hiburan Malam

ADVERTISEMENT

Jaksa Usut Dugaan Pegawai Bawaslu Depok Pakai Hibah APBD untuk Hiburan Malam

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 05 Sep 2022 13:47 WIB
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Depok Andi Rio (dok. Kejari)
Foto: Kasi Intel Kejaksaan Negeri Depok Andi Rio (dok. Kejari)
Depok -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok mengusut dugaan penyalahgunaan dana hibah APBD Depok tahun 2020 untuk Bawaslu Depok. Jaksa menyebut dana hibah yang semestinya digunakan untuk pengawasan pelaksanaan Pilkada Depok itu diduga dipakai pegawai Bawaslu untuk kepentingan pribadi.

"Ya benar, kami telah resmi melakukan penanganan terkait dengan dugaan penyalahgunaan dana hibah Bawaslu Kota Depok terkait dana hibah Bawaslu pemilihan wali kota dan wakil wali kota Depok tahun 2020," ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri Depok Andi Rio Rahmat melalui keterangan yang disampaikan Kasubsi Ekonomi Keuangan dan Pengamanan Pembangunan Strategis Alfa Dera, Senin (5/9/2022).

Andi mengatakan pihaknya tengah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan dalam kasus ini. Dia menyebut dana itu diduga disalahgunakan oknum Bawaslu untuk kepentingan pribadi berupa kegiatan hiburan malam.

"Telah dilakukan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) karena sebelumnya didapatkan informasi uang hibah diduga digunakan untuk kepentingan pribadi serta untuk kegiatan hiburan malam," ujarnya.

Andi mengatakan uang untuk pengawasan Pilkada Kota Depok tersebut diduga dilakukan oleh oknum kepala sekretariat Kota Depok. Uang itu, kata Andi, dicairkan dengan prosedur yang melawan ketentuan serta diduga dibantu oknum bendahara untuk penarikan tunai senilai Rpp 1,1 miliar tanpa sepengetahuan pimpinan Bawaslu Kota Depok.

"Uang yang diperuntukkan untuk pengawasan pelaksanaan Pilkada kota Depok tersebut diduga ulah oknum kepala sekretariat Kota Depok digunakan untuk kepentingan pribadi dengan cara dicairkan dengan melawan prosedur keuangan dan juga oleh oknum bendahara diduga dilakukan penarikan tunai senilai miliaran rupiah yang tidak sesuai juknis (petunjuk dan teknis)," katanya.

"Tak tanggung-tanggung dana yang transfer oknum tersebut bernilai Rp 1,1 miliar rupiah tanpa sepengetahuan jajaran pimpinan Bawaslu Kota Depok selanjutnya uang rakyat tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi serta untuk kegiatan hiburan malam," sambungnya.

Rio menegaskan dugaan penyalahgunaan keuangan negara tersebut bukanlah perbuatan dari lembaga tetapi merupakan perbuatan oknum. Dia menyebut dalam upaya pencegahan, berbagai macam sinergi dan kolaborasi telah dilakukan pimpinan lembaga dalam rangka pencegahan penggunaan dana hibah.

"Itu ulah oknum dan kami akan menindak tegas terkait dengan perbuatan tersebut. Jangan sampai perbuatan oknum-oknum menyelewengkan dana-dana untuk kepentingan demokrasi dapat merusak pesta demokrasi," ujarnya.

Lihat juga video 'Warganet Keluhkan Namanya Dicatut Parpol, Bawaslu Buka Suara':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT