Penjelasan Ketua Komnas HAM soal Video Viral Ferdy Sambo 'Bos Mafia'

ADVERTISEMENT

Penjelasan Ketua Komnas HAM soal Video Viral Ferdy Sambo 'Bos Mafia'

Mulia Budi - detikNews
Senin, 05 Sep 2022 11:06 WIB
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik bersama para anggota meninjau terkait tugas TNI dalam mengatasi aksi terorisme.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Sebuah video yang memperlihatkan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut Ferdy Sambo bukan orang sembarangan viral di media sosial (medsos). Dalam video itu, Taufan bahkan menyebut Ferdy Sambo sebagai 'bos mafia'.

Berdasarkan video yang dilihat detikcom, Senin (5/9/2022), Taufan Damanik tampak duduk santai dan mengenakan kemeja batik. Dia mengatakan Sambo sempat menangis namun juga tersenyum saat ditanyai oleh dirinya.

Selain itu, Taufan mengatakan Sambo sudah lama berkecimpung dalam bidang reserse. Dia juga menyebut Ferdy Sambo menjalani rekonstruksi pembunuhan Brigadir J dengan santai.

"Sambo bukan orang sembarangan puluhan tahun jadi reserse. Bukan nggak tahu dia cara hahah iya kan, sebagai bos mafia, dia tahu caranya keluar dari," kata Taufan Damanik dalam video tersebut.

"Orang waktu saya tanyain segala macam ada saat dia nangis, ada saat dia senyum seperti kira-kira bahasa isyarat 'lu nggak tahu siapa gua kali ya', senyum ya," lanjutnya.

Saat dimintai konfirmasi, Taufan membenarkan adanya video tersebut. Dia mengatakan video itu diambil pada Jumat (2/9) lalu saat dia tengah diskusi santai dengan penyandang disabilitas di Medan.

"(Video itu diambil) Jumat lalu di kantor salah satu LSM di Medan. Selesai diskusi maka kita ngobrol dengan yang lain soal banyak hal termasuk soal kasus Sambo," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik saat dimintai konfirmasi.

"Saya baru menyelesaikan diskusi bersama teman-teman penyandang disabilitas tentang jalan keluar regulasi daerah. Sebelum pulang, obrol santai dengan teman-teman," tambahnya.

Pengertian Obstruction of Justice yang Jerat Sambo dkk di Kasus Brigadir J (Foto Ferdy Sambo saat rekonstruksi)Ferdy Sambo saat rekonstruksi. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Dia mengatakan video itu direkam lalu diunggah tanpa persetujuan darinya. Dia pun mengaku kecewa terhadap hal tersebut.

"Tanpa persetujuan ada yang merekam dan memposting. Itu kan tidak etis. Anyway, saya kecewa karena kok jurnalis bekerja seperti itu. Tapi sudahlah, apalagi sudah menjadi konsumsi publik," ujarnya.

Lebih lanjut, Taufan menjelaskan maksud ucapanya yang menyebut Ferdy Sambo sebagai 'bos mafia'. Dia mengatakan Ferdy Sambo mampu mengendalikan puluhan polisi.

"Dia (Ferdy Sambo) mampu mengendalikan puluhan polisi bahkan yang di luar kendalinya (Reskrim) serta melakukan rekayasa obstruction of justice, kan luar biasa itu. Kata mafia kurang tepat kalau di publik, itu kan istilah obrolan informal sesama teman. Sayangnya direkam dan diposting. Di wawancara lain, saya menggambarkan kelompok ini seperti tumor yang menggerogoti institusi Polri dan penegakan hukum. Makanya Kapolri harus berani ambil tindakan tegas membuang semua elemen tumornya," terangnya.

Simak video 'IPW Duga Ferdy Sambo Pengaruhi Saksi untuk Ringankan Hukuman':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT