Beda Komnas HAM dan LPSK soal Dugaan Pelecehan Putri Candrawathi

ADVERTISEMENT

Beda Komnas HAM dan LPSK soal Dugaan Pelecehan Putri Candrawathi

Anggi Muliawati, Dwi Rahmawati - detikNews
Senin, 05 Sep 2022 10:00 WIB
Penampakan Putri Candrawathi saat rekonstruksi kasus Brigadir J (dok. YouTube Polri)
Foto: Penampakan Putri Candrawathi saat rekonstruksi kasus Brigadir J (dok. YouTube Polri)
Jakarta -

Dugaan pelecehan seksual terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, oleh Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih menjadi teka-teki. Komnas HAM menduga kuat ada pelecehan, sementara Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyebut banyak kejanggalan soal dugaan pelecehan itu.

Jika dirunut dari awal, kabar dugaan pelecehan seksual ini disebut-sebut menjadi pemicu peristiwa 'tembak-menembak' antara Brigadir Yosua dengan Bharada Richard Eliezer di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).

Saat itu, Yosua disebut melakukan pelecehan terhadap Putri hingga membuat istri Ferdy Sambo itu berteriak dan didengar Eliezer. Baku tembak kemudian disebut terjadi hingga menyebabkan Yosua tewas. Dugaan pelecehan itu juga dilaporkan ke polisi.

Belakangan, laporan dugaan pelecehan di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga itu disetop polisi. Menurut polisi, tak ada dugaan tindak pidana pelecehan yang terjadi di Duren Tiga.

"Berdasarkan hasil gelar perkara tadi sore, dua perkara ini kita hentikan penyidikannya karena tidak ditemukan peristiwa pidana," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (12/8/2022).

Menurut Andi Rian, jika memang ada, dugaan pelecehan itu terjadi di rumah Ferdy Sambo di Magelang. Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan timsus telah dikirim ke Magelang untuk mengusut peristiwa di sana. Dia menyebut hanya Allah, Putri dan Yosua yang mengetahui apa sebenarnya yang terjadi di Magelang.

"Yang pasti tahu apa yang terjadi ya Allah SWT, almarhum (Brigadir J) dan Bu PC. Kalaupun Pak FS dan saksi lain seperti Kuat, Riki, Susi dan Ricard hanya bisa menjelaskan sepengetahuan mereka," ujar Agus, Minggu (14/8).

Proses penyidikan pun terus berlanjut. Rekonstruksi pun digelar pada Selasa (30/8). Rekonstruksi itu dilakukan dengan memperagakan peristiwa yang terjadi di Magelang, rumah pribadi Sambo di Jalan Saguling III, Jakarta Selatan, serta rumah dinas Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga.

Komnas HAM, yang melakukan penyelidikan terkait tewasnya Yosua, kemudian mengumumkan laporan hasil penyelidikannya. Dalam laporan itu, Komnas HAM menyatakan ada dugaan kuat pelecehan seksual terhadap Putri.

Simak video 'Analisis IPW di Kasus Yosua: Tak Ada Pelecehan, Sambo Pengaruhi Saksi':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT