Sejumlah Pemilik Metromini Lapor Polisi, Ditipu Kontrak Palsu Gabung TransJ

ADVERTISEMENT

Sejumlah Pemilik Metromini Lapor Polisi, Ditipu Kontrak Palsu Gabung TransJ

Antara News - detikNews
Sabtu, 03 Sep 2022 10:37 WIB
Metromini dan Kopaja di Terminal Blok M, Jakarta Selatan. Fungsinya kini diambil alih ojek online dan bus TransJakarta.
Ilustrasi bus Metromini (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah pemilik bus Metromini menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan dengan total kerugian hingga Rp 1 miliar. Mereka tertipu karena diiming-imingi bergabung dengan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).

Komisaris PT Metromini Herlambang Wicaksono mengatakan para pemilik mengaku dimintai uang Rp 300 juta agar bus Metromini yang kini sudah dilarang beroperasi di Jakarta dapat mengaspal bagian dari armada PT TransJakarta.

"Perjanjiannya ada salah satu anggota dijanjikan kontrak per kilometer. Sedangkan kontrak dari PT TransJakarta belum ada untuk PT Metromini," kata Herlambang Wicaksono seperti dilansir Antara, Sabtu (3/9/2022).

Dia mengatakan penipuan tersebut diduga dilakukan seorang pengurus PT Metromini yang kini berstatus sebagai terlapor di Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim).

Dia mengatakan pemilik bus tersebut mau menyerahkan uang karena tertipu surat kontrak kerja sama palsu antara PT Metromini dan PT TransJakarta.

Surat kontak palsu itu dibuat pada 2019 dan terdapat tanda tangan satu direktur PT TransJakarta. Padahal PT TransJakarta menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat kontrak tersebut.

"Sudah ada kuasa hukum (korban) yang bersurat ke PT TransJakarta. Kami sudah memberikan surat balasan yang mana PT Metromini belum berkontrak dengan PT TransJakarta," ujar Herlambang.

Salah satu korban bernama Ferry Irawan telah membuat laporan dugaan penipuan tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur pada 2 April 2022.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/719/IV/2022/SPKT/Polres Metro Jakarta Timur/Polda Metro Jaya.

Dalam laporan itu, korban menyebut telah menyerahkan uang Rp 300 juta kepada terlapor atas nama Nofrialdi sebagai uang muka pengadaan unit TransJakarta.

Polisi Usut Kasus

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi membenarkan perihal laporan dugaan penipuan pengadaan unit TransJakarta tersebut.

"Baru selesai konfrontir hari ini. Masih dalam tahap penyelidikan," kata Ahsanul Muqaffi.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Saat Aksi Pelecehan Seksual di TransJakarta':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT