Pembelaan Ferdy Sambo ke Hendra Kurniawan dari Balik Tahanan

ADVERTISEMENT

Pembelaan Ferdy Sambo ke Hendra Kurniawan dari Balik Tahanan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 03 Sep 2022 07:43 WIB
Pengertian Obstruction of Justice yang Jerat Sambo dkk di Kasus Brigadir J (Foto Ferdy Sambo saat rekonstruksi)
Irjen Ferdy Sambo saat menjalani rekonstruksi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo turut menyeret sejumlah polisi. Enam di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan atau obstruction of justice.

Ferdy Sambo telah meminta maaf kepada rekan sejawatnya yang terdampak atas perbuatannya itu. Kini Ferdy Sambo memberikan pembelaan kepada rekan sejawatnya, salah satunya Brigjen Hendra Kurniawan.

Pembelaan Ferdy Sambo terhadap Brigjen Hendra Kurniawan ini dituliskan dalam secarik kertas yang ditandatangani di atas meterai, pada 30 Agustus 2022. Surat Ferdy Sambo itu dibagikan oleh Seali Syah, istri Brigjen Hendra Kurniawan, melalui Instagram Story di akun pribadinya.

"BJP Hendra Kurniawan dikriminalisasi oleh oknum-oknum di institusi, mulai dari hoax ikut mengantar jenazah dan melarang buka peti hingga dikriminalisasi terkait CCTV. Apakah yang membuat 'oknum-oknum' tersebut melakukan ini semua? Seberapa banyak borok mereka yang disimpan oleh BJP Hendra Kurniawan selama berdinas belasan tahun di Biro Paminal hingga dikriminalisasi agar berdiam di Mako Brimob dan dibungkam?" tulis Seali Syah menyertai postingan surat Sambo tersebut, seperti dilihat pada Jumat (2/9/2022).

Seperti diketahui, Polri telah menetapkan tujuh polisi sebagai tersangka obstruction of justice terkait kasus Ferdy Sambo ini.

Polri menetapkan tujuh tersangka obstruction of justice atau upaya menghalang-halangi proses hukum pembunuhan Brigadir Yosua. Ferdy Sambo termasuk tersangka obstruction of justice. Berikut 7 tersangka tersebut:

1. Irjen Ferdy Sambo selaku mantan Kadiv Propram Polri
2. Brigjen Hendra Kurniawan selaku mantan Karopaminal Divisi Propam Polri
3. Kombes Agus Nurpatria selaku mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri
4. AKBP Arif Rahman Arifin selaku mantan Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri.
5. Kompol Baiquni Wibowo selaku mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri
6. Kompol Chuck Putranto selaku mantan PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri
7. AKP Irfan Widyanto selaku mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri.

Ferdy Sambo Bicara soal Perintah ke Brigjen Hendra

Dalam surat tersebut, Sambo menuliskan bahwa dugaan CCTV di pos satpam Duren Tiga diamankan Brigjen Hendra dan Kombes Agus Nurpatria atas perintah dirinya. Dia mengaku memerintah Hendra selaku atasan langsung.

"Berkaitan dengan kegiatan awal pengecekan dan pengamanan CCTV di pos satpam yang diduga dilakukan oleh BJP. Hendra Kurniawan dan KBP Agus Nurpatria adalah benar perintah saya selaku atasan langsung sesuai prosedur yang diatur dalam Perkap 01 tahun 2015 tentang SOP Penyelidikan," tulis Sambo

Ferdy Sambo Nyatakan Hendra Tak Terlibat Perusakan CCTV

Ferdy Sambo dalam suratnya itu menyatakan bahwa Brigjen Hendra dan Kombes Agus tak terlibat perusakan CCTV pos satpam Duren Tiga. Dia menyebut laporan yang menyatakan Brigjen Hendra dan AKBP Agus hanya mengamankan CCTV di rumah dinas Duren Tiga.

"Dalam hal ini perlu saya tegaskan bahwa tidak ada keterlibatan BJP Hendra Kurniawan dan KBP Agus Nurpatria, terkait pengerusakan DVR CCTV pos satpam Duren Tiga. Adapun yang dilaporkan oleh BJP Hendra Kurniawan dan AKBP Agus Nurpatria adalah adanya tindak pengamanan DVR CCTV adalah di dalam rumah dinas Duren Tiga oleh Pusinafis Bareskrim Polri yang tidak sesuai prosedur," tulis Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo Sebut Hendra Kurniawan Aset Polri

Di akhir suratnya itu, Ferdy Sambo menyebutkan bahwa Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria adalah aset Polri. Ia berharap dengan pernyataannya itu Hendra Kurniawan dan polisi-polisi lain tidak diproses hukum karena tidak bersalah.

"Demikian surat pernyataan ini saya buat agar dapat menjadi acuan dan keterangan tambahan untuk rekan-rekan penyidik, sehingga jangan sampai penyidik memproses hukum orang yang tidak bersalah, mengingat BJP. Hendra Kurniawan dan KBP Agus Nurpatria adalah aset sumber daya manusia Polri yang sudah lama bertugas di Biro Paminal Divpropram Polri," tulis Sambo.

Simak isi lengkap surat Ferdy Sambo di halaman selanjutnya.

Saksikan Video 'Sambo Bikin Surat Bantah Brigjen Hendra Terlibat Rusak CCTV, Ini Kata Polri':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT