Polres Bekasi Tak Sependapat dengan KNKT soal Penyebab Kecelakaan Truk

ADVERTISEMENT

Polres Bekasi Tak Sependapat dengan KNKT soal Penyebab Kecelakaan Truk

Wildan Noviansyah - detikNews
Jumat, 02 Sep 2022 19:27 WIB
Kecelakaan Truk Maut di Bekasi: 10 Orang Tewas, 13 Dirawat di RS Ananda

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Sultan Agung, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Informasi terbaru, 10 orang dilaporkan tewas.

“Benar (korban dievakuasi ke RS Ananda), sekarang masih berlangsung penanganan di IGD,” kata petugas front office RS Ananda Bekasi, Mutia, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (31/8/2022).

Mutia mengatakan tercatat 16 korban dievakuasi ke RS Ananda Bekasi. Menurut Mutia, 16 korban terdiri dari 13 luka-luka dan 3 tewas. Belum ada keterangan lokasi 7 jenazah lainnya. 

“Ada 16 orang (di RS Ananda, red), yang meninggal 3 orang,” ucap Mutia.

Sebuah truk menabrak tiang di dekat SD di Jalan Sultan Agung, Kranji, Bekasi. Kondisi di lokasi ramai dipenuhi warga usai kecelakaan tersebut. 

Foto lokasi kecelakaan itu diunggah di akun Twitter @TMCPoldaMetro seperti dilihat, Rabu (30/8/2022). TMC Polda Metro menyampaikan tiang yang ditabrak truk trailer itu merupakan tiang BTS.
Kecelakaan truk trailer maut di Bekasi, 31 Agustus (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Polres Metro (Polrestro) Bekasi Kota tak sependapat dengan hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait penyebab kecelakaan maut di depan SDN Kota Baru II dan III, Jl Sultan Agung, Kota Bekasi. Menurutnya, penyebab kecelakaan adalah sopir truk trailer berinisial AS (30) lalai.

"Akibat lalainya sopirnya. Saya sampaikan akibat lalainya. Lalai kan banyak, ngantuk, dia sedang nengok ke mana, dan lain-lain," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki saat ditemui, Jumat (2/8/2022).

Hengki tak sependapat dengan pernyataan KNKT soal sopir yang ingin putar balik karena salah jalan, dan salah oper gigi persneling sebelum tabrakan.

"Nggak, nggak mungkinlah, itu kan jalan lurus, masa mau muter. Kan saya nggak pernah menyampaikan salah jalan atau apa. Yang pasti karena lalainya," kata dia.

"Yang menyampaikan salah jalan, kita yang memeriksa. Dia (sopir) di Jalan Sultan Agung tiba-tiba nabrak orang, anak-anak sekolah yang sedang jajan, maupun masyarakat lain yang ada di trotoar. (Salah oper gigi) silakan tanya KNKT, silakan kutip dari KNKT kalau gitu. Jangan dari saya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Hengki juga menyebut belum ada laporan lebih lanjut terkait temuan KNKT yang menyebut muatan truk yang melebihi kapasitas.

"Kata siapa overload? Anda boleh tanya KNKT. Saya tidak mengatakan ada overload, karena saya belum ada laporannya. Masih ada pemeriksaan lain," pungkasnya.

Hasil Investigasi KNKT

Seperti diketahui, KNKT sudah melakukan investigasi terhadap sopir AS dan truk yang terlibat dalam kecelakaan maut Bekasi. Senior investigator KNKT Ahmad Wildan menyampaikan ada tiga temuan dalam investigasi tersebut.

Pertama, KNKT menyebut tidak ada masalah pengereman pada truk trailer kecelakaan maut di Bekasi. KNKT menyebut truk yang dikemudikan layak jalan.

Selanjutnya, KNKT menjelaskan beban muatan yang dibawa oleh truk tersebut overload hingga 200 persen. KNKT sudah mengecek daya muat truk tersebut, yang hanya bisa mengangkut beban 35 ton saja. Sementara itu, saat kejadian, truk tersebut mengangkut muatan besi hingga beton seberat 55 ton.

Terakhir, berdasarkan pengakuan sopir truk trailer, KNKT menjelaskan sopir kebingungan lantaran salah jalan dan salah oper gigi persneling. KNKT menyebut sopir seharusnya masuk ke Jalan Tol Bekasi Barat, namun salah jalan dan masuk ke jalan arah Kranji.

Sesaat sebelum kejadian, sopir truk trailer mencari jalan untuk memutar balik kendaraannya. Alih-alih mengoper ke gigi tiga, sopir justru mengoper ke gigi tujuh.

Hal tersebut menyebabkan sopir kesulitan melakukan pengereman dengan muatan truk mencapai 55 ton sehingga berujung pada kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 10 orang.

Lihat juga video 'Kendaraan Berat Kerap Jadi Sumber Kecelakaan Maut, Apa Solusinya?':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT