3 Temuan Investigasi KNKT Terkait Kecelakaan Truk Trailer Maut di Bekasi

ADVERTISEMENT

3 Temuan Investigasi KNKT Terkait Kecelakaan Truk Trailer Maut di Bekasi

Wildan Noviansyah - detikNews
Jumat, 02 Sep 2022 08:44 WIB
Kecelakaan truk di Bekasi terjadi pada Rabu (31/8/2022). Truk tersebut menabrak sebuah halte, kemudian lanjut menabrak tiang di lokasi kejadian.
Kecelakaan muat truk trailer di Bekasi, Jawa Barat. (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menginvestigasi kecelakaan maut truk trailer di depan SDN Kota Baru II dan III, Bekasi, Jawa Barat. Tiga hal diungkap KNKT dari investigasi kecelakaan maut truk trailer tersebut.

Dirangkum detikcom, Jumat (2/9/2022), Senior Investigator KNKT Ahmad Wildan mengungkap soal kelayakan truk trailer, beban muatan yang dibawa, hingga kondisi sopir truk trailer.

Berikut temuannya:

1. Truk Layak Jalan

KNKT menemukan tidak ada masalah pengereman pada truk trailer kecelakaan maut di Bekasi. Kondisi pun disebut truk layak jalan.

"Tadi kami melakukan pemeriksaan kendaraan. Dari hasil pemeriksaan, semua sistem rem bekerja bagus tidak ada kerusakan sama sekali," kata Ahmad Wildan.

Ahmad mengatakan, secara keseluruhan truk trailer yang dikemudikan sopir bernama AS (30) tersebut layak jalan. "Secara keseluruhan layak jalan dan tidak ada masalah dalam pengereman," ujarnya.

Warga melihat lokasi tempat kejadian kecelakaan sebuah truk kontainer yang menabrak halte bus di depan SDN Kota Baru II dan III di Jalan Sultan Agung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31/8/2022). Menurut keterangan kepolisian, dalam kecelakaan yang diduga diakibatkan rem blong tersebut telah menyebabkan 10 orang meninggal dunia, tujuh diantaranya anak-anak sekolah serta 30 orang lainnya luka-luka. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.Warga melihat lokasi tempat kejadian kecelakaan sebuah truk kontainer yang menabrak halte bus di depan SDN Kota Baru II dan III di Jalan Sultan Agung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31/8/2022). Menurut keterangan kepolisian, dalam kecelakaan yang diduga diakibatkan rem blong tersebut telah menyebabkan 10 orang meninggal dunia, tujuh diantaranya anak-anak sekolah serta 30 orang lainnya luka-luka. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.)

2. Kelebihan Muatan 200%

KNKT juga menjelaskan beban muatan yang dibawa oleh truk tersebut. KNKT menemukan truk tersebut kelebihan muatan atau overload hingga 200 persen.

"Overload 200 persen lebih," kata Ahmad Wildan.

KNKT sudah mengecek daya muat truk tersebut yang hanya bisa mengangkut beban seberat 35 ton saja. Sementara saat kejadian truk tersebut mengangkut muatan hingga besi hingga beton seberat 55 ton.

"Berdasarkan data kendaraan daya motor 191 Kw dibagi 5,5 sama dengan 34,72 ton. Jadi daya motor hanya mampu mengakomodasi beban maksimal berat kendaraan dan muatannya sebesar kurang lebih 35 ton," kata dia.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Saksikan Video 'RK Bakal Bangun JPO di Sekolah TKP Laka Maut Bekasi':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT