Eks Mendag Lutfi Disebut di Dakwaan Kasus Minyak Goreng, Begini Perannya

ADVERTISEMENT

Eks Mendag Lutfi Disebut di Dakwaan Kasus Minyak Goreng, Begini Perannya

Wilda Hayatun Nufus, Zunita Putri - detikNews
Rabu, 31 Agu 2022 12:49 WIB
Eks Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi penuhi panggilan Kejaksaan Agung (Kejagung) hari ini. Ia bakal diperiksa terkait kasus ekspor bahan baku minyak goreng.
Eks Mendag M Lutfi Saat Diperiksa Kejagung (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Indra Sari Wisnu Wardhana didakwa merugikan negara Rp 18 triliun terkait kasus minyak goreng. Dalam dakwaan Indra, ada nama mantan Mendag Muhammad Lutfi disebut jaksa.

Di awal surat dakwaan M Lutfi disebut jaksa pertama kali menghubungi Weibinanto Halimdjati alias Lin Che Wei. Lutfi bertanya apakah Lin Che Wei masih staf Menko Perekonomian atau tidak, setelah diamini Lin Che Wei. Lutfi mengonfirmasi itu ke Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, kemudian juga dibenarkan.

Peran Lutfi di sini adalah turut mengikuti sejumlah rapat bersama melalui online. Lutfi ikut rapat bersama Indra Sari Wisnu Wardhana, Lin Che Wei dan pengusaha minyak goreng. Selain itu, ada Lutfi mengikuti Rakortas bersama Kemenko Perekonomian yang menyepakati harga minyak Rp 14 ribu/liter hingga alokasi anggaran minyak.

Jaksa juga menyebut Lutfi menyetujui beberapa usulan Lin Che Wei.

"Lin Che Wei mengusulkan mengenai besaran DMO 20% melalui diskresi Mendag dengan mengadakan joint konsorsium dan kebun berkewajiban untuk mensuplai CPO sesuai luasan lahan dan usulan tersebut diterima oleh Muhammad Lutfi. Atas usulan Lin Che Wei yang diterima oleh Muhammad Lutfi, kemudian Terdakwa Indra Sari Wisnu Wardhana mengatakan 'Saya ga akan bunyikan angka 20% pak, khan kita yang potong, kita kasih tahu lisan saja pak, kalau tulis jadi masalah kita nanti'," ungkap jaksa saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Rabu (31/8/2022).

Adapula rapat via zoom bersama pengusaha minyak goreng. Rapat via Zoom ini diinisiasi oleh Lin Che Wei yang menilai Permendagri 8/2022 saat itu menuai kritik. Rapat lain juga diikuti Lutfi berkaitan dengan permohonan ekspor minyak goreng.

Dakwaan Jaksa

Dalam sidang ini, duduk sebagai terdakwa adalah eks Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI Indra Sari Wisnu Wardhana dkk. Dia didakwa melakukan korupsi hingga membuat negara merugi Rp 18 triliun terkait kasus minyak goreng.

"Bahwa Terdakwa Indra Sari Wisnu Wardhana memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu perbuatan terdakwa telah merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu merugikan keuangan negara sejumlah Rp 6.047.645.700.000 (triliun) dan merugikan perekonomian negara sejumlah Rp 12.312.053.298.925 (triliun)," ujar jaksa Kejagung saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Rabu (24/8/2022).

Jika ditotal dari jumlah tersebut, kerugian negara senilai Rp 18.359.698.998.325 (triliun).

Jaksa menyebut perbuatan Indra itu dilakukan bersama Weibinanto Halimdjati alias Lin Che Wei selaku penasehat kebijakan/analis Pada Independent research & Advisory Indonesia (IRAI) yang juga selaku Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, kemudian bersama Dr Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affair PT Victorindo Alam Lestari dan Pierre Togar Sitanggang selaku General Manager (GM) Bagian General Affair PT Musim Mas.

Selain itu, Indra dkk disebut jaksa memperkaya korporasi terkait pemberian persetujuan ekspor (PE) kepada sejumlah perusahaan. Padahal, perusahaan tersebut, kata jaksa, tidak memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan.

"Memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu perbuatan terdakwa telah memperkaya korporasi yakni perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Grup Wilmar, Grup Musim Mas, dan Grup Permata Hijau," tutur jaksa.

Adapun perusahaan yang diperkaya adalah yang tergabung di dalam Grup Wilmar, Grup Musim Mas, dan Grup Permata Hijau. Jika ditotal jumlah keseluruhan dari data tiga grup perusahaan di atas totalnya Rp 2.444.268.716.884 (triliun).

Indra dkk didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Simak Video 'Momen Eks Dirjen Daglu Kemendag Hadiri Sidang Perdana Kasus Korupsi Migor':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT