PT KAI Tertibkan Lokalisasi Gunung Antang, 120 Bangunan Liar Dibongkar

ADVERTISEMENT

PT KAI Tertibkan Lokalisasi Gunung Antang, 120 Bangunan Liar Dibongkar

Rizky Adha Mahendra, Silvia Ng - detikNews
Selasa, 30 Agu 2022 13:05 WIB
KAI tertibkan lokalisasi Gunung Antang
KAI menertibkan lokalisasi Gunung Antang (Foto: dok. Humas KAI)
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta menertibkan bangunan liar yang berada di area Gunung Antang, Jakarta Timur. Ada 120 bangunan yang ditertibkan hari ini.

"PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta bersama Pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan penertiban 120 bangunan liar yang diduga marak dengan praktik prostitusi dan perjudian yang meresahkan warga sekitar," kata Kepala Humas PT KAI Daop 1 Eva Chairunisa, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/8/2022).

Eva menyebutkan bangunan liar yang ditertibkan pihaknya sebagian besar merupakan bangunan tidak permanen dan berdiri tanpa izin atau ilegal. Diketahui proses penertiban berlangsung kondusif.

"Sebelumnya, KAI Daop 1 Jakarta telah melakukan koordinasi kewilayahan dan sosialisasi bersama kepada penghuni bangli untuk mengosongkan lokasi tersebut. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar dan kondusif," terang dia.

Kegiatan penertiban dilakukan oleh PT KAI menggandeng personel gabungan TNI dan Polri wilayah Jakarta Timur serta tim Satker Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta-Banten (BTPWJB) DJKA Kemenhub. Penertiban ini dilakukan di lahan PT KAI dengan sertifikat hak pakai Nomor 388 Tahun 1988.

Selain menertibkan, Eva mengimbau masyarakat menaati aturan yang ada dan tidak mendirikan bangunan secara ilegal di lahan PT KAI. Adapun undang-undang yang mengatur tentang keselamatan perjalanan KA tertuang dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Pasal 178

Setiap orang dilarang membangun gedung, membuat tembok, pagar, tanggul, bangunan lainnya, menanam jenis pohon yang tinggi, atau menempatkan barang pada jalur kereta api yang dapat mengganggu pandangan bebas dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

Pasal 181 ayat 1

Setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Pelanggaran terhadap Pasal 181 ayat 1 berupa pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 15.000.000 (lima belas juta rupiah) sebagaimana yang dinyatakan dalam Pasal 199 UU 23 Tahun 2007.

Sementara itu, Eva mengatakan PT KAI Daop 1 Jakarta akan terus berkolaborasi dengan pihak kewilayahan dan instansi terkait untuk mengupayakan keselamatan perjalanan KA serta menjaga lingkungan di sekitar jalur rel bersih dan aman.

(lir/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT