Mobil Sering Tersangkut, Separator Jalan di Margonda Diusulkan Dibongkar

ADVERTISEMENT

Mobil Sering Tersangkut, Separator Jalan di Margonda Diusulkan Dibongkar

Dwi Rahmawati - detikNews
Selasa, 30 Agu 2022 08:39 WIB
Pemkot Depok memenggal ruas Jalan Margonda Raya menjadi jalur cepat dan jalur lambat. Pemotor dan angkutan umum diwajibkan melintas di jalur lambat.
Potret separator jalan di Jalan Margonda Depok. (Grandyos Zafna/detikcom)
Depok -

Satu unit mobil pribadi dan angkot tersangkut di separator jalan di Jalan Margonda, Kota Depok. Kedua mobil tersebut tersangkut dengan posisi saling membelakangi.

Peristiwa ini viral di media sosial. Dalam unggahan sebuah video di media sosial, kejadian ini menimbulkan kemacetan di Jalan Margonda, Depok.

Belum diketahui bagaimana kronologi kecelakaan mobil dan angkot itu. Kecelakaan mobil tersangkut separator Jalan Margonda ini terjadi pada Minggu (28/8) malam.

Sebagai informasi, kejadian mobil tersangkut separator Jalan Margonda ini sering terjadi. Separator jalan di Margonda, Depok, ini juga banyak dikeluhkan warga karena kerap menimbulkan kecelakaan.

Separator jalan ini sedianya dibuat untuk memisahkan kendaraan di jalur cepat dan jalur lambat. Ada rambu-rambu sebelum masuk jalur cepat, bahwa motor dan angkot harus masuk jalur lambat.

Namun faktanya, banyak motor dan angkot tetap menggunakan jalur cepat. Di sisi lain, keberadaan separator jalan di Margonda ini dikritik lantaran pada malam hari tidak terlihat.

Polisi Surati Dishub Evaluasi Separator Jalan

Dimintai konfirmasi, Kasatlantas Polres Metro Depok AKBP Jhoni Eka Putra mengatakan separator jalan merupakan kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok. Polisi telah bersurat ke pihak Dishub agar membongkar separator tersebut.

"Dari kita sudah bersurat ke Dishub terkait hal ini. Kita sudah bersurat untuk dilepas (dibongkar). Proses masih berlanjut," ujar Jhoni saat dihubungi, Senin (29/8/2022) malam.

Jhoni mengatakan pembongkaran separator jalan ini masih dalam pengkajian.

"Masih dibahas dulu yang mana saja sesuai kajian dan analisis di lapangan secara bersama-sama," ungkap Jhoni.

(mea/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT