Ibu Asal Jember Bagikan Pengalaman Gunakan JKN untuk Persalinan Caesar

ADVERTISEMENT

Ibu Asal Jember Bagikan Pengalaman Gunakan JKN untuk Persalinan Caesar

Hanifa Widyas - detikNews
Minggu, 28 Agu 2022 11:33 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Ratna Dewi (34) mengaku bersyukur menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tengah masa pandemi COVID-19. Sebab, penghasilan yang tidak menentu membuat dirinya dan suami terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ditemui di Rumah Sakit Umum Kaliwates, Ratna menyebut program JKN sangat membantunya dalam menjalani persalinan caesar anak ketiga. Menurutnya, beban yang ditanggung olehnya diringankan dengan jaminan seluruh biaya pelayanan kesehatan.

"Awalnya kontrol kehamilan di Klinik Suherman lalu karena tekanan darah tinggi dokter merujuk untuk rawat inap, dan di-opname kurang lebih 3 (tiga) hari di RSU Kaliwates. Persalinan anak ketiga saya termasuk kelahiran yang berisiko maka diambil tindakan untuk caesar karena usia kehamilan juga sudah cukup. Kebetulan lahir anak pertama dan kedua juga melalui proses persalinan caesar beda 4 (empat) tahun dan keduanya terdaftar jaminan kesehatan dari Program JKN," ujar Ratna dalam keterangan tertulis, Minggu (28/8/2022).

Di samping itu, Ratna juga bersyukur sebab kantor tempatnya bekerja mendaftarkan pegawai beserta keluarga agar mendapatkan jaminan kesehatan dari Program JKN. Ia merasa tenang dengan adanya jaminan kesehatan Program JKN karena tidak lagi mengkhawatirkan biaya persalinan. Apalagi, proses persalinan caesar menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

"Alhamdulillah dari kantor sudah daftarin saya sejak awal kerja, lahir anak pertama tahun 2014 langsung saya daftarkan jaminan kesehatan dari Program JKN begitu pun dengan anak kedua. Pelayanan yang baik dari perawat di RSU dan gak ada yang ribet ngurus administrasinya juga dibantu untuk pendaftaran bayi. Udah gitu pasti biaya proses persalinan caesar lebih mahal dari pada persalinan normal tapi dengan jaminan Program JKN dari kontrol kehamilan sampai persalinan gak ada biaya yang ditagihkan ke saya," tambah Ratna.

Ratna tak sungkan membagikan pengalamannya sebab merasa terbantu dengan jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini. Ia berharap keberlangsungan Program JKN semakin baik sehingga banyak masyarakat yang merasakan kemudahan layanan kesehatan.

Simak juga 'Dirut BPJS Heran: Bayar Rokok Rp 150 Ribu Bisa, Iuran Rp 42 Ribu Berat':

[Gambas:Video 20detik]




(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT