Dubes Zuhairi Jelaskan Visi Peradaban Nahdlatul Ulama ke Kader NU di Tunisia

ADVERTISEMENT

Dubes Zuhairi Jelaskan Visi Peradaban Nahdlatul Ulama ke Kader NU di Tunisia

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 27 Agu 2022 03:16 WIB
Zuhairi Misrawi
Foto: Zuhairi Misrawi (dok.Istimewa)
Jakarta -

Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, menyampaikan ceramah umum tentang Visi Peradaban Nahdlatul Ulama (NU) di hadapan para kader dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tunisia. Dalam kesempatan itu, dia juga membicarakan terkait sejarah lahirnya NU.

Zuhairi awalnya menyampaikan secara historis kehadiran NU pada hakikatnya ingin merespons problem akut peradaban dunia Islam. Khususnya, kata dia, pasca jatuhnya Dinasti Ottoman pada tahun 1924 di Turki.

"Kalau kelihat dimensi sejarah, kita bisa melihat bahwa lahirnya NU pada dasarnya ingin memberikan jawaban atas problem akut yang dihadapi dunia Islam dalam konteks peradaban. Kiai-Kiai NU ingin agar dunia Islam membangun visi peradaban lebih dari sekadar membangun imperium dan kekuasaan. Sebab itu, gagasan utama NU adalah persaudaraan dan persatuan dalam rangka membangun peradaban umat. Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari menulis buku khusus dalam konteks pentingnya membangun persaudaraan dan silaturahim tersebut," ujar Zuhairi dalam keterangannya, Sabtu (27/8/2022).

Zuhairi menambahkan konsistensi NU dalam membangun peradaban hingga saat ini, karena umat Islam sejatinya fokus dalam membangun akhlak dan nilai-nilai luhur, bukan terjerambab dalam konflik dan perseteruan kekuasaan.

"Dalam muktamar NU 1984 di Situbondo ditegaskan kembali perihal visi peradaban NU dengan mengangkat trilogi persaudaraan: persaudaraan keislaman (ukhuwwah islamiyyah), persaudaraan kebangsaan (ukhuwwah wathaniyyah), dan persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah insaniyyah). Saya memandang visi ini masih sangat relevan, tidak hanya dalam konteks Indonesia, melainkan juga dalam konteks global," ucapnya

Pria kelahiran Sumenep Madura ini juga mengapresiasi langkah Pengurus Besar NU yang mengangkat tema besar Fikih Peradaban dalam rangka menyongsong abad kedua NU. Dia pun memuji langkah Gus Yahya yang ingin kembali menghidupkan visi peradaban NU tersebut.

"Saya sangat mengapresiasi langkah Gus Yahya, yang ingin menghidupkan kembali visi peradaban NU. Saya juga meminta kepada kader NU, khususnya di Tunisia dapat merumuskan dan memberikan masukan perihal visi peradaban NU dari gagasan Perabadan juga tumbuh subur di Tunisia yang digaungkan Ibnu Khaldun serta meningkatkan aktivitas keilmuan dalam rangka berperan pada abad kedua NU," pungkasnya.

Lihat juga video 'Viral! Kongres Ikatan Pelajar Putri NU Ricuh, Kursi-kursi Dilempar':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT