Gerindra Sentil Tugas Dishub dan Bina Marga soal Speed Bump di Sunter

ADVERTISEMENT

Gerindra Sentil Tugas Dishub dan Bina Marga soal Speed Bump di Sunter

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 26 Agu 2022 07:10 WIB
Speed trap dipasang di Jl Danau Sunter Selatan untuk menggantikan speed bump yang bikin celaka dan telah dibongkar.
Foto: Speed trap dipasang di Jl Danau Sunter Selatan untuk menggantikan speed bump yang bikin celaka dan telah dibongkar. (Adrial Akbar/detikcom)
Jakarta -

Polisi tidur atau speed bump yang menyaru dengan zebra cross di Jalan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, membuat para pengendara sepeda motor berjatuhan. Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta dari fraksi Gerindra Syarif mengkritik Dinas Perhubungan dan Dinas Bina Marga DKI Jakarta terkait hal itu.

"Biasa membangun marka jalan, rambu-rambu jalan itu Dishub bukan Bina Marga. Jadi kenapa Bina Marga yang bongkar? Tupoksinya Dishub, rambu-rambu, marka jalan, traffic light, itu Dishub," kata Syarif kepada wartawan, Kamis (25/8/2022).

"Saya mau kritik itu tupoksinya siapa buat-buat itu? Bukan Bina Marga, itu Dinas Perhubungan," kata dia.

Syarif mengatakan bahwa Bina Marga memang memiliki peralatan yang cukup untuk memasang dan membongkar speed bump itu. Akan tetapi, menurut Syarif, membuat marka jalan dan rambu-rambu lalu lintas adalah tugas dan fungsi Dishub.

"Kalau soal membongkar peralatan yang paling cukup memang Bina Marga, peralatan dan sumber dayanya memang cukup di Bina Marga, tapi itu tupoksinya Dishub. Kalau yang bangun Dishub, yang tanggung jawab Dishub. Kita menyasar ke mana nih? Saran perbaikan kita kepada Dishub. Karena tupoksinya ada di sana, yang ditugaskan oleh undang-undang, rambu-rambu jalan itu Dishub untuk mengurusi badan jalan yang sudah dibangun dan dirawat oleh Bina Marga. Untuk urusan marka, rambu, traffic, rekayasa lalin, Dishub," tutur Syarif.

Karena itu, Syarif meminta agar ada kajian sebelum membuat kebijakan. Dia juga menyarankan Dinas Perhubungan untuk mengevaluasi speed trap di tempat lainnya yang membahayakan pengendara.

"Jadi di-review lah ya, itu menjadi tanggung jawab Dishub bukan Bina Marga. Kalau Bina Marga itu jalan berlubang, terus jalan licin, jalan buntu harus kasih keterangan itu bina marga, kalau urusan lalu lintasnya Perhubungan. Saya agak aneh juga, kok Bina Marga ngurusin itu?" katanya.

Syarif pun heran dengan polisi tidur yang menyaru zebra cross itu. Dia meminta Dinas Perhubungan untuk memberikan klarifikasi.

"Nah saya nggak tahu kenapa tonjolan dengan aspal itu apa, kalau zebra cross nggak begitu dong, ini fungsinya apa sih, apa buat speed trap atau apa gitu? Harus diklarifikasi dulu oleh Dishub," katanya.

Minta Speed Trap di Jalan DKI Dikaji Ulang

Syarif menyebut masyarakat sering mengeluhkan mengenai speed trap kepadanya, salah satunya di Jakarta Timur. Dia menyebut dia menyebut pembangunan speed trap itu malah menimbulkan dampak negatif.

"Itu harus dikaji ulang, karena di tempat lain juga banyak keluhan untuk pemasangan speed trap yang punya dampak negatif. Contohnya itu di beberapa wilayah timur banyak keluhan kepada saya," ucapnya.

Menurut Syarif pemasangan speed trap ada beberapa ketentuan seperti memperhatikan kemiringan jalan hingga tikungan di sekitar lokasi. Dia juga menyoroti speed trap yang dibangun di daerah yang banyak pohon yang menghalangi pencahayaan, terutama di malam hari.

"Kalau di beberapa daerah timur itu banyak pasang di daerah pohon rindang sehingga pencahayaan kurang," kata dia.

Sekretaris Komisi D DPRD DKI darri fraksi Gerindra SyarifSekretaris Komisi D DPRD DKI dari fraksi Gerindra Syarif (Foto: Dok. DPRD DKI)

Simak video 'Polisi Nilai Speed Bump Nyaru Zebra Cross di Sunter Terlalu Tinggi':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya pada halaman berikut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT