KAMMI Tolak Wacana Kenaikan Harga BBM: Kita Nantikan Keberpihakan Jokowi

ADVERTISEMENT

Suara Mahasiswa

KAMMI Tolak Wacana Kenaikan Harga BBM: Kita Nantikan Keberpihakan Jokowi

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 23 Agu 2022 13:58 WIB
Foto KAMMI saat sedang berorasi. (Dok KAMMI)
KAMMI saat sedang berorasi. (Dok. KAMMI)
Jakarta -

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menolak wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sikap final pemerintah soal wacana tersebut bakal mencerminkan sikap keberpihakan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kita nantikan sikap keberpihakan dari Presiden Joko Widodo dalam mengambil keputusan ini. Apakah peka dan mendengarkan keluhan dari rakyatnya? Atau sudah tidak peduli lagi dengan rakyatnya sendiri," kata Ketua Umum PP KAMMI Zaky Ahmad Riva'i dalam keterangan pers tertulis, Selasa (23/8/2022).

Menurut KAMMI, harga BBM tidak tepat bila dinaikkan saat ini. Soalnya saat ini adalah momen pemulihan ekonomi pasca-efek pandemi COVID-19. KAMMI berharap tidak ada kebijakan yang menghambat pemulihan ekonomi masyarakat.

"Maka keputusan menaikkan harga BBM atau tidak nantinya akan mempertaruhkan harga diri Presiden Joko Widodo di hadapan rakyatnya sendiri. Jika harga BBM ini terus naik maka maaf harga diri Presiden turun terus," kata Zaky.

Di sisi lain, faktor dampat inflasi juga perlu dipertimbangkan oleh pemerintah. Kenaikan harga BBM nantinya juga bakal menimbulkan efek berantai, padahal harga sembako juga tidak stabil belakangan ini.

"Kami minta pemerintah mempertimbangkan dampak ke depannya jangan sampai rakyat dibebani dengan keputusan ini," kata Zaky.

Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI Ammar Multazim Bil Haq menyoroti soal anggaran untuk subsidi BBM. Apabila masalahnya adalah anggaran yang tidak kuat lagi untuk menopang subsidi BBM, maka solusinya adalah memangkas anggaran proyek nasional demi subsidi BBM.

"Kenaikan harga BBM Pertalite (BBM bersubsidi), sama saja pemerintah merestui pengangguran dan kemiskinan semakin meningkat sehingga kami menyerukan kepada kader KAMMI di seluruh daerah untuk bersiap-siap melakukan aksi turun ke jalan. Sikap KAMMI jelas menolak keras wacana kenaikan harga BBM ini," kata Ammar.

Wacana pemerintah

Pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan saat ini pemerintah sedang berhitung untuk menaikkan harga BBM subsidi. Selama ini subsidi yang dikeluarkan lewat APBN untuk menahan harga BBM sudah terlalu membebani kocek negara.

Saat itu, Luhut mengatakan pekan depan (sekarang menjadi pekan ini) Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bicara ke publik soal keputusan kenaikan harga BBM. Menurutnya, selama ini pun Jokowi sudah mengeluarkan berbagai indikasi bila subsidi tak lagi bisa ditahan.

"Menaikkan harga Pertalite yang kita subsidi cukup banyak dan juga itu solar, modeling ekonominya (hitung-hitungan) sudah dibuat. Nanti mungkin minggu depan Pak Presiden akan umumkan mengenai apa dan bagaimana mengenai kenaikan harga ini," papar Luhut dalam Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin yang disiarkan virtual, Jumat (19/8) pekan lalu.

Hari ini, Selasa (23/8), Jokowi buka suara. Dia meminta pemerintahan berhati-hati soal wacana ini. Jokowi tidak ingin daya beli masyarakat menurun. Jokowi juga memerintahkan para pembantunya untuk menghitung inflasi sebelum memutuskan kenaikan harga BBM.

"Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadi semuanya harus diputuskan secara hati-hati," katanya di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, tadi.

(dnu/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT