Pencarian KM Sinar Makmur Indah Dihentikan

Pencarian KM Sinar Makmur Indah Dihentikan

- detikNews
Selasa, 27 Jun 2006 22:13 WIB
Medan - Memasuki hari ketujuh setelah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Makmur Indah di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), pihak SAR menyatakan akan menghentikan pencarian korban. Penghentian ini dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan, yakni pencarian terhadap korban hanya dilakukan selama tujuh hari. Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Letnan Kolonel Laut (P) Djaka Santosa selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menyatakan, secara umum pencarian dihentikan mulai Rabu (28/6/2006).Namun selalu terbuka peluang untuk dilakukan pencarian kembali jika memang ada informasi yang cukup mengenai kemungkinan ditemukannya korban kapal tersebut. "Hingga sore ini, empat kapal pencari saat ini masih berada di laut untuk melanjutkan pencarian hari terakhir. Sementara satu kapal lagi, yakni KRI Teuku Umar diberangkatkan ke Nias untuk membawa lima jenazah korban yang meninggal dunia, serta 80 orang keluarga korban maupun penumpang KM Surya Makmur Indah yang ditemukan selamat," kata Djaka Santosa kepada wartawan di Sibolga, Selasa malam (27/6/2006). Pencarian yang dilakukan pada hari terakhir ini, praktis tidak membuahkan hasil. Dengan demikian jumlah korban yang belum berhasil ditemukan sebanyak 22 orang. Saat tenggelam pada Kamis dinihari (22/6/2006), KM Sinar Makmur Indah membawa 134 penumpang dan anak buah kapal. Korban yang berhasil diselamatkan sebanyak 96 orang, 16 korban tewas dan 22 lainnya dinyatakan hilang. Menurut Djaka Santosa, sebenarnya pencarian sudah diubah dengan mengutamakan pencarian dari udara dengan menggunakan pesawat Casa U-612 milik TNI Angkatan Laut karena cakupan penglihatan lebih luas dibanding kapal laut. Dengan begitu, jika ada yang terlihat, pesawat akan memandu kapal untuk menuju lokasi. Sayangnya, pesawat itu mengalami masalah teknis. Ada kerusakan pada ban pesawat yang dioperasikan pilot Lettu Lukman dan co pilot Lettu Said ini. Praktis pesawat hanya bisa melakukan patroli selama satu jam. Mustahil memaksakan terbang dengan kerusakan tersebut, sebab kerusakan itu berdampak pada kuatnya getaran badan pesawat ketika terbang. Akhirnya, pesawat tidak bisa dimaksimalkan penggunaannya pada hari terakhir ini. (ahm/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads