Terdampak Banjir, Warga Ciputat Minta Proyek Perbaikan Tanggul Dituntaskan

ADVERTISEMENT

Terdampak Banjir, Warga Ciputat Minta Proyek Perbaikan Tanggul Dituntaskan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 22 Agu 2022 02:48 WIB
Perumaham Pondok Payung Mas, Ciputat Timur, Tangerang Selatan
Foto: Perumahan Pondok Payung Mas, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (dok. istimewa)
Jakarta -

Warga Perumahan Pondok Payung Mas, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel) yang terdampak banjir meminta proyek perbaikan tanggul segera dituntaskan. Proyek perbaikan tanggul disebut menjadi pemicu banjir.

"Permintaannya pekerjaan ini dituntaskan dengan baik. Jika memang diperlukan ada push yang jelas dari Pemkot sebagai penguasa anggaran kepada Kontraktor. Selain itu, pengawasan dari Dinas sendiri juga harus ditingkatkan. Tidak bisa sekedar menerima laporan yang sifatnya ABS, Asal Bapak Senang," kata salah seorang warga, Andri saat dihubungi, Minggu (21/8/2022).

"Hingga hari ini material bahan bangunan saja sudah tidak ada pasokan, alat berat ditarik karena kontraknya tidak diperpanjang. Sementara area yang harus digali masih panjang," lanjutnya.

Andri menjelaskan proyek tanggul senilai Rp 12 miliar itu terdiri dari tiga segmen. Proyek dilakukan mulai Juni hingga Desember 2022.

"Proyek pembuatan tanggul ini terdiri dari 3 segmen, Satwika Telkom, Pondok Payung Mas dan Nerada, sepanjang 778,2 Meter. Nilai proyek sebesar Rp. 12 Miliar, terhitung Juni hingga 31 Desember 2022," ujarnya.

Andri menyampaikan pengerjaan tanggul di perumahannya dimulai sejak akhir Juli lalu. Namun hingga saat ini proyek jala ditempat tetapi tanggul lama sudah dijebol.

"Untuk di Pondok Payung Mas dimulai 25 Juli 2022 hingga hari ini. Seharusnya berdasarkan plan tembok tanggul sudah selesai hingga menyentuh panjang 30 meter. Tapi sayangnya, hingga saat ini proyek masih jalan ditempat dan malah tanggul lama dirobohkan. Selain itu tanah galian malah dibuang ke sungai sehingga menutupi setengah lebar sungai," ucapnya.

Andri mengatakan kurangnya pengawasan dari dinas terkait membuat proyek jadi tidak berjalan. Akibatnya jika hujan turun perumahannya kebanjiran.

"Pengawasan yang kurang dari Dinas PU Tangerang Selatan dan juga kontraktor sendiri, menyebabkan banjir sekarang terjadi," imbuhnya.

Sebelumnya, Banjir menggenangi Perumaham Pondok Payung Mas, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel). Disebut, ketinggian air mencapai 70 cm.

Warga menyebut, banjir terjadi Minggu (21/8/2022) pukul 17.30 WIB. Hingga berita ini ditulis, banjir masih melanda perumahan tersebut.

"Sekitar jam setengah enam sore, sampai malam ini masih tinggi," kata salah seorang warga, Andri saat dihubungi pukul 22.49 WIB.

Andri mengatakan banjir menggenangi tiga RT di kawasan tersebut. Dia menyebut ketinggian air bervariasi, namun paling tinggi 70 cm.

"Masih (banjir) jadi kita kan ada tiga RT, paling tinggi di RT 03, itu sekitar 60 sampai 70 cm bervariasi. Yang terdampak sebenarnya dua RT, tapi yang paling parah di RT 03 RW 12 ketinggiannya 70 cm," ujarnya.

Andri menyampaikan banjir terjadi usai hujan turun. Dia menduga perumahan tempat tinggalnya banjir lantaran tanggul dijebol karena ada perbaikan.

"Jadi kan ada tanggul lama, jadi ada beberapa dua tahun terakhir ini kan kita sering banjir, kemudian per Juli kemarin ada proyek dari Pemerintah Kota Tangsel untuk memperbaiki tanggul sepanjang 200 meter, itu dimulai dari tanggal 25 Juli kemarin, sayangnya, dari tanggal 25 sampai hari ini sepertinya mereka tidak punya planing jelas," katanya.

"Jadi ketika tanggul baru belum jadi, tanggul lama sudah dirobohkan. Alhasil hujan kayak sekarang kita nggak punya penahan air kan, yaudah masuk semua," jelasnya.

(dek/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT