Perumahan Pondok Payung Mas Ciputat Banjir, Ketinggian Air Capai 70 Cm

ADVERTISEMENT

Perumahan Pondok Payung Mas Ciputat Banjir, Ketinggian Air Capai 70 Cm

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Minggu, 21 Agu 2022 23:42 WIB
Perumaham Pondok Payung Mas, Ciputat Timur, Tangerang Selatan
Foto: Perumaham Pondok Payung Mas, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (dok. istimewa)
Jakarta -

Banjir menggenangi Perumahan Pondok Payung Mas, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel). Disebut, ketinggian air mencapai 70 cm.

Warga menyebut, banjir terjadi Minggu (21/8/2022) pukul 17.30 WIB. Hingga berita ini ditulis, banjir masih melanda perumahan tersebut.

"Sekitar jam setengah enam sore, sampai malam ini masih tinggi," kata salah seorang warga, Andri saat dihubungi pukul 22.49 WIB.

Andri mengatakan banjir menggenangi tiga RT di kawasan tersebut. Dia menyebut ketinggian air bervariasi, namun paling tinggi 70 cm.

"Masih (banjir) jadi kita kan ada tiga RT, paling tinggi di RT 03, itu sekitar 60 sampai 70 cm bervariasi. Yang terdampak sebenarnya dua RT, tapi yang paling parah di RT 03 RW 12 ketinggiannya 70 cm," ujarnya.

Andri menyampaikan banjir terjadi usai hujan turun. Dia menduga perumahan tempat tinggalnya banjir lantaran tanggul dijebol karena ada perbaikan.

"Jadi kan ada tanggul lama, jadi ada beberapa dua tahun terakhir ini kan kita sering banjir, kemudian per Juli kemarin ada proyek dari Pemerintah Kota Tangsel untuk memperbaiki tanggul sepanjang 200 meter, itu dimulai dari tanggal 25 Juli kemarin, sayangnya, dari tanggal 25 sampai hari ini sepertinya mereka tidak punya planing jelas," katanya.

"Jadi ketika tanggul baru belum jadi, tanggul lama sudah dirobohkan. Alhasil hujan kayak sekarang kita nggak punya penahan air kan, yaudah masuk semua," jelasnya.

Andri menjelaskan warga setempat sudah mengingatkan pihak kontraktor sebelum menjebol tanggul lama. Namun saran yang disampaikan tak diindahkan.

"Sebenarnya warga sudah mengingatkan kontraktor kan, minimal mereka punya planing lah ini gimana nih kalau udah dijebol. Ternyata dibiarkan. (Sebelum tanggul dijebol pernah banjir) pernah, tapi tidak parah, paling hanya semata kaki dan itu kan mengalir," ucapnya.

"Terakhir kita waktu tahun 2021 itu karena ada tanggul yang di perumahan depan kita Griya Santika itu rubuh dan itu menutupi sungai akhirnya limpas ke kita. Tapi kalau hujan normal sebesar apapun relatif nggak sampai masuk ke dalam rumah," sambungnya.

Lebih lanjut, Andri mengatakan sejumlah warga terutama lansia diungsikan ke Masjid terdekat. Sementara sebagian warga ada yang memilih bertahan di rumah.

"Ada yang ngungsi, jadi sebagian warga terutama anak-anak, yang sepuh sih udah kita ungsikan ke Masjid, sebagian sih masih bertahan," imbuhnya.

(dek/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT