Walkot Tangerang Beberkan Sejumlah Faktor Penyebab Banjir di Wilayahnya

ADVERTISEMENT

Walkot Tangerang Beberkan Sejumlah Faktor Penyebab Banjir di Wilayahnya

Matius Alfons - detikNews
Minggu, 17 Jul 2022 05:27 WIB
Banjir merendam kawasan Ciledug Indah, Tangerang, Sabtu (16/7/2022). Banjir ini justru jadi tempat bermain anak-anak. Ini potretnya.
Foto: Grandyos Zafna
Tangerang -

Banjir menggenangi sejumlah wilayah, termasuk yang terparah di wilayah Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah menilai ada sejumlah penyebab wilayahnya diterpa bencana banjir.

Penyebab pertama menurutnya karena adanya air kiriman dari hulu ke hilir. Dia menyebut Kota Tangerang termasuk salah satu wilayah yang berada di hilir.

"Jadi kalau penyebabnya ini tuh kiriman, di satu sisi kan kemarin sore semua wilayah Jakarta, Tangsel, Kota Tangerang, ada di Bekasi, itu hujan semua dengan intensitas besar ke sedang terus lama nih begitu. Apalagi kemarin sore kita sudah dapat tanda-tandanya tuh, kan kemarin sore Tol BSD banjir, ini Tangsel ini lebih banyak buangannya semua ke Kali Angke, nah sedangkan kita ada di hilir Kali Angke," kata Arief saat dihubungi, Sabtu (16/7/2022).

Arief membeberkan alasan kedua yakni kondisi turap Kali Angke yang tidak bisa menampung debit air. Dia menduga volume air memang lebih besar dari turap yang sudah dibangun di pinggir Kali Angke.

"Nah yang kita lihat itu turap yang bangun sudah pemerintah pusat, itu dia sudah ukur dari batas tinggi maksimal, ketinggian air, tapi ternyata yang terjadi dari 2020 awal, terus sekarang 2022 kejadian lagi, ini airnya limpas, artinya debit airnya lebih tinggi dari kondisi turap yang ada," ucapnya.

"Makanya waktu kejadian 2020 kita sudah bersurat sama BBWS, apakah opsinya turap mau ditinggiin? Kan selalu begitu, kita udah pengalaman nih, tahun ini banjir kita tinggikan tambah 30 cm, tahun depan naik lagi airnya, banjir lagi, nggak menyelesaikan masalah. Nah yang kita ajukan 2020 awal itu dilakukan pengerukan Kali Angke supaya kapasitas sungai bisa bertambah," lanjut dia.

Kemudian, Wali Kota Tangerang ini juga menyayangkan kondisi Kota Tangerang saat ini yang mulai kekurangan lahan kosong. Dia menyebut ini juga menjadi penyebab akhirnya banjir menggenangi sejumlah wilayah di Kota Tangerang.

"Artinya lahan-lahan kosong yang dia bisa nyerap air dan sebagainya sekarang sudah semakin banyak yang terbangun, jadi daerah tangkapan hujan semakin sedikit. Nah perlu juga dukungan partisipasi masyarakat mereka buat serapan air di rumah-rumah, apa itu biopori, apa itu bio retensi, apa itu sumur resapan ya, mudah-mudahan masyarakat ikut terlibat jadi solusi untuk lingkungan sustainable, harus bangun resapan-resapan," ujarnya.

Simak video 'Menyusuri Banjir di Ciledug: Rumah Terendam Semeter-Ada Warga Bertahan':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT