ADVERTISEMENT

Bharada Eliezer Bantah Tuduhan Curi Uang di Rekening Brigadir Yosua

Mei Amelia R - detikNews
Sabtu, 20 Agu 2022 12:19 WIB
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Kedatangan Bharada E tersebut untuk dimintai keterangan terkait insiden baku tembak dengan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J  yang terjadi pada Jumat (8/7) lalu di rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri nonaktif Irjen Pol. Ferdy Sambo. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym.
Bharada Richard Eliezer atau Bharada E (M Risyal Hidayat/Antara Foto)
Jakarta -

Kamaruddin Simanjuntak menyebutkan Bharada Richard Eliezer (Bharada E) mencuri uang di rekening Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Namun hal ini dibantah oleh pihak Bharada E.

"Sudah kami tanyakan (ke) penyidik, tidak ada seperti itu," ujar pengacara Bharada E, Ronny Talapessy, saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/8/2022).

Ronny mengatakan telah mengkonfirmasi langsung pernyataan Kamaruddin Simanjuntak ini kepada Bharada E.

"Saya udah tanyakan ke Bharada E bahwa informasi itu tidak benar," ucapnya.

Menurut Ronny, kliennya tidak pernah punya pemikiran untuk mencuri uang di rekening Brigadir J pascapenembakan tersebut.

"Setelah kejadian, mana bisa kepikiran transfer-transfer. Brigadir J ini teman satu kamar," ujarnya.

Kamaruddin Sebut Uang Brigadir J Dicuri

Sebelumnya, Kamaruddin Simanjuntak mengklaim punya bukti uang Yosua dicuri. Kamaruddin Simanjuntak menyebutkan pelaku pencurian itu adalah Bharada E.

"Saya sudah menganalisis itu semua, menemukan buktinya. Lalu saya konfirmasi ke Kabareskrim, dan Kabareskrim didampingi Dirtipidum dan Dirtipidsus membenarkan bahwa pada tanggal 12 Juli 2022 tersangka E ini mencuri uang daripada almarhum," ujar pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, di Jambi, seperti dilansir detikSumut, Kamis (18/8).

Kata dia, pencurian uang itu dilakukan dengan cara memindahkan uang yang ada di rekening Brigadir J setelah yang bersangkutan tewas.

"Ada transaksi secara perbankan dari rekening almarhum pindah ke rekening para tersangka. Ini kejahatan perbankan juga kejahatan pencurian uang dan TPPU, ancamannya 20 tahun," jelasnya.

Dia tidak tahu pasti siapa pemilik uang Rp 200 juta itu. Namun, yang pasti, uang itu ada di rekening Brigadir J. Kecuali, kata Kamaruddin, jika ada yang bisa membuktikan itu uang milik siapa.

"Tetapi kan kalaupun itu uang siapa pun, itu namanya di rekening almarhum. Maka akibat kematian adalah pewarisan, maka yang berhak untuk itu adalah ahli warisnya, dalam hal ini ayah-ibunya, kecuali mereka bisa buktikan bahwa itu dititip atau diapain, kita kembalikan. Tetapi kalau mencuri uang orang mati, itu adalah kejahatan," ujar Kamaruddin.

Baca di halaman selanjutnya: BNI dalami transaksi di rekening Brigadir J.

Simak Video: Berkas Perkara Kasus Ferdy Sambo cs Dilimpahkan ke Kejaksaan Hari Ini

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT