ADVERTISEMENT

29 Jam Berlalu Api di Pabrik Gunung Putri Belum Padam, Damkar Siaga

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Sabtu, 20 Agu 2022 11:25 WIB
Petugas Damkar masih siaga di lokasi kebakaran di pabrik aluminum foil, Gunung Putri, Bogor.
Petugas Damkar masih bersiaga di lokasi kebakaran di pabrik aluminum foil, Gunung Putri, Bogor. (Foto: dok. Istimewa)
Bogor -

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) masih bersiaga di lokasi pabrik sekaligus gudang aluminum foil dan Styrofoam yang terbakar di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Api masih belum padam sepenuhnya.

"Saat ini terakhir kita masih bertahan di lokasi. Masih ada asap-asap kecil di bawah itu, karena tumpukannya banyak. Jadi masih ada barang di bawahnya, kita khawatir ditinggalin malah besar kembali," kata Komandan Sektor Damkar Cileungsi Hendra Kurniawan saat dihubungi, Sabtu (20/8/2022) pukul 10.40 WIB.

Terhitung sejak Jumat (19/8) pukul 06.05 WIB, kebakaran di pabrik Gunung Putri sudah berlangsung 29 jam lebih hingga pukul 10.40 WIB siang ini.

Sebanyak dua unit kendaraan Damkar masih bersiaga di sana. Salah satu kendalanya adalah kesulitan mengangkat tumpukan bahan baku di atas.

"Jadi masih tahap penyemprotan, karena kesulitan ada tumpukan bahan baku di atasnya. Nggak ada alat buat ngangkatnya gitu," ujarnya.

Dibutuhkan alat berat untuk mengangkat sisa-sisa puing kebakaran untuk memaksimalkan pemadaman api di lokasi.

"Sekarang titiknya hanya di sisa-sisa tumpukan bahan baku yang hancur. Kan numpuk tuh jadi satu. Kita ngangkat dengan manusia kan terbatas tenaganya, tentunya harus pakai alat berat. Sedangkan alat berat tidak ada," sambungnya.

Sebelumnya, Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha melaporkan kebakaran terjadi pada Jumat (19/8) sekitar pukul 06.05 WIB. Pabrik yang terbakar adalah PT MK eks Harmoni.

"Melaporkan hari ini Jumat tanggal 19 Agustus 2022 sekitar pukul 06.05 WIB telah terjadi Kebakaran di PT MK eks Harmoni Desa Cicadas RT 03/07 (pabrik pembuatan aluminum foil)," kata Bayu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/8).

Kerugian dari kebakaran tersebut, menurut Bayu, ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Dugaan sementara, kebakaran diakibatkan adanya korsleting listrik.

"Pemilik tadi nggak datang. Kalau diperkirakan, ya sedikitnya minimal Rp 100 juta sih sampai. Cuma angka pastinya berapa yang belum keluar, harus tanya pemilik," ujar Bayu.

Simak juga Video: Korban Kebakaran Tambora Jakbar yang Telah Diserahkan ke Keluarga

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT