Penjara 10 Tahun Mengancam Polisi Perintang Kasus Pembunuhan Brigadir J

ADVERTISEMENT

Penjara 10 Tahun Mengancam Polisi Perintang Kasus Pembunuhan Brigadir J

Azhar Bagas Ramadhan, Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 19 Agu 2022 22:15 WIB
Tim penyidik kepolisian melakuan pra rekonstruksi di kediaman Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7).  Pra rekonstrusi penembakan Brigadir J masih berlangsung hingga saat ini.
Foto ilustrasi Pintu rumah Irjen Ferdy Sambo. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah polisi diduga merintangi penyidikan pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Ada enam perwira di dalamnya. Mereka terancam pasal-pasal ini.

Direktur Siber Bareskrim Polri, Brigjen Asep Edi Suheri, menjelaskan pasal-pasal yang bisa dikenakan kepada para polisi yang melakukan 'obstruction of justice'. Bentuk-bentuk perintangan penyidikan itu di antaranya mengganti CCTV, pemindahan, perusakan, atau menyuruh memindahkan barang bukti.

"Ini ancamannya lumayan tinggi," kata Asep Edi Suheri dalam jumpa pers, Jumat (19/8/2022).

Asep menyebut sejumlah pasal. Dari UU ITE, dia menyebut Pasal 32 dan 33. Kedua pasal itu memuat ancaman pidana 8,9, hingga 10 tahun penjara.

Asep juga menyebut KUHP, yakni Pasal 221 dan Pasal 223. Masing-masing pasal obstruction of justice itu mengandung ancaman 9 bulan dan 2 tahun 8 bulan kurungan.

Berikut ini pasal-pasal yang diancamkan kepada para polisi perintang penyidikan kasus kematian Brigadir J di rumah dinas mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Irjen Ferdy Sambo:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT