ADVERTISEMENT

Solusi Kedai Kopi di Halte Harmoni Dicari Usai Jadi Kontroversi

Rakhmad Hidayatulloh Permana, Silvia Ng - detikNews
Jumat, 19 Agu 2022 21:31 WIB
Keberadaan kedai kopi di Halte TransJakarta Harmoni menjadi sorotan. Keberadaan kedai tersebut dinilai membuat antrean penumpang di halte semakin panjang. (Silvia Ng/detikcom)
Keberadaan kedai kopi di Halte TransJakarta Harmoni menjadi sorotan. Keberadaan kedai tersebut dinilai membuat antrean penumpang di halte semakin panjang. (Silvia Ng/detikcom)
Jakarta -

Keberadaan kedai kopi di Halte Harmoni yang menambah kepadatan halte menuai kritik. Solusi untuk permasalahan ini pun belum juga diputuskan.

Awalnya, keberadaan kedai tersebut menjadi perbincangan di media sosial (medsos) Twitter. Seorang warganet menyampaikan cuitan tentang keberadaan kedai kopi yang menghambat mobilitas penumpang di saat jam padat.

Warganet menyebutkan Halte Harmoni kerap padat penumpang di saat jam berangkat maupun pulang kerja. Sebab, halte tersebut merupakan titik transit lebih dari 10 koridor.

Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (16/8/2022), pukul 18.29 WIB, Halte Harmoni tampak padat pelanggan yang mengantre, khususnya di pintu koridor 2A dan 3 dengan rute Rawa Buaya dan Kalideres. Antrean koridor ini disebut terganggu karena berada di dekat kedai kopi tersebut.

Ada tiga jalur yang dipakai untuk mengantre sehingga beberapa saat sempat mengganggu akses jalan bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan.

Namun, kepadatan pelanggan pada koridor ini tidak berlangsung begitu lama. Antrean berangsur lancar seiring kedatangan bus rute tersebut.

Salah seorang pelanggan di lokasi, Felix (25), mengatakan keberadaan kedai kopi ini menambah kepadatan antrean sehingga membuat mobilitas pelanggan TransJ terganggu.

"Iya nambah (kepadatan antrean), nggak cuma segi antrean aja sih, kadang kan kalau antrean kan agak pinggir kan, kadang orang yang mau lewat ke Lebak Bulus juga jadi susah banget," kata Felix saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, akan lebih baik apabila pihak TransJ dapat memperlebar halte dan merelokasi kedai kopi tersebut.

"Dipindahkan sih (kedainya) atau mungkin haltenya ya bisa diperlebar," ujar dia.

Sementara itu, menurut pelanggan TransJ lainnya, Riska (22), hadirnya kedai kopi di Halte Harmoni tersebut hanya membuat panjang antrean.

"Sebenarnya kalau bikin tambah padat nggak, cuma kelihatannya aja, antreannya jadi lebih panjang soalnya kan itu diambil kan space-nya, tapi kalau padat nggak padatnya sih sebenernya sebelum ada itu juga sudah padat, sama aja," papar dia.

Apa kata PT TransJ soal ini? Baca halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT