ADVERTISEMENT

Waket MPR RI Sebut Potensi Lokal Modal Penting Hadapi Krisis Global

Atta Kharisma - detikNews
Jumat, 19 Agu 2022 17:05 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengungkapkan berbagai potensi lokal yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan modal penting untuk menjawab sejumlah tantangan krisis global. Menurutnya, jika potensi tersebut digali dan didukung peningkatan kemampuan adaptasi dari setiap anak bangsa, maka dapat menekan dampak krisis global yang saat ini dihadapi Indonesia.

"Ancaman dampak krisis global merupakan tantangan yang harus dihadapi negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Upaya untuk menggali potensi lokal dan peningkatan daya adaptasi masyarakat harus ditingkatkan untuk menekan dampak krisis lebih lanjut," ujar Lestari dalam keterangannya, Jumat (19/8/2022).

Rerie, sapaan akrab Lestari, menyebut sejumlah pejabat negara termasuk Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu mengingatkan krisis global yang terus memburuk dapat menimbulkan ancaman inflasi terhadap perekonomian nasional.

Pada Juli 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi domestik telah mencapai 4,94% secara tahunan, melebihi target Bank Indonesia pada kisaran 2% hingga 4%.

Sementara, catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang cukup besar di antaranya, mini/micro hydro sebesar 450 MW, Biomass 50 GW, energi surya 4,80 kWh/m2/hari, energi angin 3-6 m/det dan energi nuklir 3 GW.

Rerie mengatakan upaya untuk terus menggali potensi lokal dan memperkuat daya adaptasi masyarakat lewat perubahan aktivitas keseharian agar lebih produktif, dapat menjadi salah satu upaya untuk menekan inflasi. Ia menilai bila masyarakat mampu beradaptasi lewat pola aktivitas keseharian yang lebih efektif, dorongan untuk menekan laju inflasi akan semakin kuat.

Rerie mencontohkan proses adaptasi dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan meningkatkan frekuensi penggunaan transportasi publik. Selain itu, bisa juga dengan menggabungkan antara kegiatan fisik dan virtual dalam keseharian, sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan.

Hal ini, ujar Rerie, juga bisa dibarengi dengan upaya mengakselerasi sejumlah upaya untuk merealisasikan pemanfaatan energi baru terbarukan di tanah air.

Ia menegaskan berbagai potensi energi dan pangan yang dimiliki setiap daerah di Nusantara harus terus digali dan dimanfaatkan untuk menambah keragaman sumber energi dan pangan, sehingga mampu menjadi alternatif bagi masyarakat.

Rerie menyampaikan bila kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, kita dapat berharap produktivitas masyarakat meningkat sehingga mampu memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT